Polisi Bongkar Sindikat Hacker di Banyuwangi, Omzetnya Milyaran Lhoo…

1582
Polisi Banyuwangi saat pers rilis

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Polresta Banyuwangi berhasil membongkar sindikat hacker dengan modus penipuan online yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan jumlah penipuan ini menimpa ratusan korban hingga mengalami kerugian milyaran rupiah.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, terbongkarnya sindikat penipuan online ini bermula dari laporan 16 orang yang nomor hp dan whats’App nya diretas.

“Jadi pada tanggal 15 Juni 2020, kita menerima LP dari 16 orang yang nomor HP dan WA nya diretas. Polisi kemudian melakukan patroli ciber crime untuk melacak keberadaan pelaku, hingga akhirnya berhasil menangkap 3 orang pelaku,” kata Arman Asmara, Selasa (30/6/2020).

Menurut Arman, tiga orang yang berhasil ditangkap adalah SY, AM, dan AA. Sedangkan 14 pelaku lainnya masih DPO. “Pelaku sebenarnya sebanyak 17,“ ujarnya.

Baca Juga  Kasubdit Cegah Tangkal Ditjenim Pimpin Kantor Imigrasi Jakarta Utara

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku berbagi tugas. Ada yang bertugas untuk meretas nomor WhatsApp, ada yang bertugas untuk mengambil uang di ATM. Setelah berhasil meretas, para pelaku mulai melancarkan aksinya dengan menghubungi para korban yang ada dikontak nomor WA tersebut.

Loading...

“Dengan menggunakan nomor WhatsApp serta Profil yang berhasil diretas, pelaku meminta pinjaman uang kepada teman-teman WhatsApp para pelapor. Korban yang percaya, langsung mentransfer ke nomor rekening Bank Mandiri dan BNI sesuai dengan nominal yang diminta pelaku,” ucap Arman.

Dari aksi yang dilakukan sejak tahun 2019 hingga Juni 2020, pelaku berhasil menipu ratusan korban dengan kerugian Rp 1,2 Milyar.

Baca Juga  Jelang New Normal, PT BSI Luncuran Program Pelatihan Green Operator

“Kita juga berhasil amankan barang bukti berupa 250 kartu rekening dan 30 buah ATM berbagai bank,” tegas Arman.

Atas perbuatannya ketiga pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 51 ayat (2) Jo pasal 36 30 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP.

“Kita terus melakukan pengembangan kasus, serta memburu 14 pelaku lainnya yang sudah ditetapkan sebagai DPO di 13 daerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan