BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Menjelang Musyawarah Cabang Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab DPC PKB) Banyuwangi menuai polemik. Hal tersebut membuat para pendiri dan deklarator PKB Bumi Blambangan itu angkat bicara.

Sejumlah para pendiri dan deklarator tersebut adalah H Abdillah Rafsanjani, Ustad Muhdor Atim, KH Syafi’I Maarif, H Afandi Alwi, KH Muafiq, H Joni Subagyo dan Hj Makmullah Harun.

Mereka adalah tokoh yang berjasa atas lahirnya PKB di Banyuwangi pada tahun 1998 tersebut berkumpul dikediaman KH Syafi’I Maarif, di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh.

Sementara itu, KH Syafi’I Maarif menanggapi wajar atas adanya polemik dalam sebuah kontestasi. Menurutnya, yang wajib dijadikan landasan adalah AD ART partai.

“Yang namanya Muscab itu pasti ada polemik dan beda pendapat. Tapi kita lihat dulu, aturan AD ART sudah dijalankan atau tidak, kalau sudah ya tidak masalah,” katanya kepada wartawan, Sabtu (6/3/2020).

Sekedar diketahui, Muscab ke-5 DPC PKB Banyuwangi, rencananya akan digelar esok hari, Minggu, 7 Maret 2021.

Baca Juga  Pemkab Banyuwangi Lelang Tiga Jabatan Kepala Dinas

Sebagai salah satu pendiri PKB di Banyuwangi, dia meminta seluruh peserta Muscab, bisa menghargai seluruh keputusan. Selama Muscab dilaksanakan sesuai aturan dan AD ART Partai PKB.

“Yang lebih utama adalah kebesaran PKB kedepan di Banyuwangi,” jelasnya.

Sementara itu, H Abdillah Rafsanjani, memiliki temuan berbeda. Menurutnya, dalam Muscab ke-5 DPC PKB Banyuwangi, terjadi penggelembungan jumlah rekomendasi dukungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) terhadap kandidat calon ketua.

Loading...

“Dari jumlah dukungan yang disampaikan para kandidat ketua, jumlah PAC menjadi 52 PAC, padahal di Banyuwangi hanya ada 25 PAC PKB, lainnya PAC mana aja itu,” jelasnya.

Deklarator PKB Banyuwangi yang juga mantan Panglima Pasukan Berani Mati era Gus Dur ini menduga terdapat PAC yang mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada lebih dari satu kandidat calon ketua.

“Artinya dari PAC ada yang mengeluarkan 2 sampai 3 surat rekomendasi. Padahal menurut aturannya kan pleno, yang namanya pleno ya cuma satu rekomendasi,” ungkap Abdillah.

“Kami melihat, ada pihak luar yang memanfaatkan polemik jelang Muscab. Dia menduga upaya tersebut bertujuan untuk menciptakan konflik diinternal PKB Banyuwangi,” imbuhnya.

Baca Juga  Bina Ketahanan Fisik, Gubernur AAL Sertai 238 Taruna Hanmars Gunungsari - Bumimoro

Untuk itu, Abdillah meminta kepada DPW PKB Jawa Timur dan DPP PKB, agar melakukan konsolidasi. Dengan melakukan klarifikasi kepada 25 PAC PKB di Banyuwangi.

“Diklarifikasi, kenapa sampai ada 52 surat rekomendasi dukungan, padahal jumlah PAC hanya 25 saja,” ujarnya.

Data yang dihimpun Abdillah, dalam Muscab ke-5 DPC PKB Banyuwangi, terdapat 3 orang kandidat ketua. Yakni H Joni Subagyo, yang mengaku didukung 17 PAC, Khusnan Abadi, dengan dukungan 16 PAC dan KH Abdul Malik Syafaat alias Gus Malik yang didukung 19 PAC. Atau dengan total dukungan berjumlah 52 dukungan.

“Jadi, kalau memang hasil Muscab sudah sesuai dengan harapan partai dan DPP kami monggo-monggo saja. Tapi ketika Muscab itu ada bentrok atau kesimpangsiuran pemberitaan. Maka kami selaku teman-teman pendiri PKB Banyuwangi akan Silaturahim ke DPP untuk menyelesaikan bareng-bareng,” papar Abdillah Rafsanjani. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Berita sebelumyaPandemi Belum Berakhir, Bupati Gresik Tolak Mobil Dinas Baru
Berita berikutnyaJuru Kunci Makam Tewas Dibacok Sahabat

Tinggalkan Balasan