Polda Jatim Bongkar Prostitusi Libatkan Puluhan Mahasiswi

21

SURABAYA (kabarjawatimur.com ) – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil mengungkap prostitusi online yang melibatkan mahasiswi dengan skala cukup besar.

Bersamaan juga diamankan dua tersangka AP (21) laki-laki warga Jalan RA Kartini, Lamongan dan UY (20) perempuan, warga Ngaglik, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim,menjelaskan kasus tersebut berhasil diungkap pada tanggal 18 dan 19 Desember , pihaknya membuat laporan polisi model A.

“Disebutnya dengan skala yang besar, karena prositusi ini melibatkan pelanggan yang luar biasa dengan tarif yang luar biasa pula, namun saya tidak bisa mengungkap berapa tarif yang dipatok karena itu masih dikembangkan dalam penyidikan,” katanya kepada kabarjawatimur.com, Selasa (20/12/2016).

Baca Juga  Dinas Peternakan Bangkalan Raih Dua Penghargaan

Frans juga mengatakan, pola yang dipakai jaringan prostitusi ini dalam pemasarannya berbeda dengan pemasaran yang selama ini terjadi seperti menggunakan media sosial Facebook Twitter, namun pelaku tersebut menggunakan media privat seperti line dan whatsapp.

Loading...

“Yang sudah kita ungkap saat ini,sifatnya adalah sangat privat, bukan seperti yang sudah-sudah. Artinya dari jaringan bisa masuk melalui jaringan whatsapp dan line,” jelasnya.

Selain dua tersangka yang ditangkap , polisi berhasil juga mengamankan lima orang lain yang saat ini masih diperiksa sebagai saksi.

“Adapun saksi tersebut adalah mereka-mereka yang memang mengetahui, melihat dan mengalami langsung. Kami berharap akan berkembang hal-hal yang lain dari pemeriksaan kelima saksi tersebut,” tambah Frans.

Baca Juga  Ganjar Pranowo-Erick Thohir Sosok yang Diinginkan Jokowi

Pola rekrutmen yang dipakai jaringan ini ialah mereka yang sudah pernah berhubungan dan mengetahui jaringan ini, sehingga tidak dilakukan publikasi melalui media sosial.

Dari transaksi yang dilakukan, misalkan Rp 3 juta, tersangka mendapatkan 30 % dari transaksi tersebut, artinya yang bersangkutan mendapatkan Rp 900. 000 dalam setiap transaksinya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Undang-undang No 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang.

Untuk daerah transaksi jaringan prostitusi ini yang terbesar adalah di Surabaya, namun tersangka juga melayani untuk daerah lain selain Surabaya, seperti wilayah Batu Malang.

Reporter: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakHujan Angin, Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon
Artikulli tjetërJarang Keluar Rumah, Bujangan Ditemukan Tewas

Tinggalkan Balasan