Polda Jatim Beber Barang Bukti Penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

30
Barang bukti penipuan Kinjang Dimas Taat Pribadi

SURABAYA (kabarjawatimur. com) – Taat Pribadi biasa disebut Dimas Kanjeng dengan padepokannya belakangan ini menjadi pusat pemberitaan juga perhatian publik setelah dia ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, 22 September 2016 lalu.

Kasus tersebut juga berkembang pada kasus penipuan karena banyak korban yang telah melapor ke Polisi. Polda Jatim masih mendalami empat laporan korban penipuan Dimas Kanjeng. Laporan tersebut berasal dari daerah Jember, Bondowoso, Surabaya dan Makassar.

Sementara barang bukti dari Makassar telah dibawa ke Polda Jatim. Bermacam-macam barang bukti yang diberikan Padepokan kepada keluarga Najmiah itu digelar di Polda Jatim pada, Jumat (07/10/2016). Kombes Pol Argo Yuwono Kabid Humas Bidang Polda Jatim mengatakan, barang bukti tersebut selanjutnya akan dipakai sebagai bukti penipuan yang disangkakan terhadap Dimas Kanjeng dengan korban Najmiah yang menderita kerugian sebesar Rp.200 miliar.

Baca Juga  PT BSI Jadikan Event IFRC Dukung Pariwisata Banyuwangi

“Barang bukti ini berasal dari Sulawesi Selatan. Petugas akan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk cek uang kertas ini apakah palsu atau asli,” kata Argo, Jumat (7/10/2016).

Loading...

Selain beberapa bendel kertas kosong, emas batangan dan uang kertas dari berbagai negara, barang bukti itu juga ada beberapa benda pusaka, diantaranya, keris empu Gandring sepanjang kira-kira setengah meter. Ada pula keris bernama Keris Sunan, Keris Wali, Keris Raja Brunai, dan sebagainya.

Benda pusaka kerajaan lainnya ada uang pusaka Majapahit, tali cambuk raja, pisau melati, keris mini berdiameter lebar berukir lafaz Laa ilaaha illa Allah huruf Arab, kitab kecil, dan semacamnya. Barang bukti yang diberikan Padepokan ke keluarga Najmiah juga berbau mitos. Seperti patung Nyi Roro Kidul berekor ikan, tong Nyi Roro Kidul, ular naga Lawu, batu Gunung Kawi, minyak berkah, dan sabuk mantera.

Baca Juga  KPK RI: Indeks Integritas Pemkab Jember dan Kinerja ASN Rendah!

Ada juga patung Soekarno Presiden RI pertama dengan pose berdiri hormat, satu jubah hitam besar, serupa jubah yang dipakai Dimas Kanjeng saat melakukan aksi pengadaan uang. Penyidik memperlihatkan juga kantung-kantung besar yang berada di sisi kiri dan kanan jubah tersebut.

Saat ini, Penyidik masih mendalami kasus penipuan ratusan miliar rupiah ini. Polda juga mendatangkan psikolog untuk memeriksa Dimas Kanjeng. “Masih dilakukan pemeriksaan oleh psikolog, karena masih bagian dari agenda pemeriksaan,” tutup Argo.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publiher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakSmartfren Program, Beli Kuota Dapat Hand Phone
Artikulli tjetërPemkot Surabaya Kerjasama dengan BNI Terkait Pembayaran Pajak Daerah

Tinggalkan Balasan