PMII Tulungangung Doakan Mahasiswa Korban Demo

44

TULUNGAGUNG, (Kabarjawatimur.com) – Pengurus Cabang (PC) PMII Tulungagung menggelar doa bersama untuk mahasiswa yang tewas saat aksi, Immawan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19), pada Jum’at (27/9/2019) malam, di kantor PC PMII setempat, Jalan  Letjend Suprapto Nomor 12A.

Dengan doa bersama ini, anggota PC PMII Tulungagung berharap, keduanya diterima di sisi-Nya. Menurut Ketua PC PMII Tulungagung, Mohammad Afifudin, sebelumnya ada instruksi dari PB PMII untuk menggelar aksi solidaritas.

PC PMII kemudian sepakat untuk melaksaakan doa bersama di antara anggotanya. “Ini bentuk keprihatinan dan dua cita yang mendalam, karena ada dua sahabat kami yang meninggal saat berjuang,” ujar Afifudin.

Afifudin menegaskan, PC PMII Tulungagung menuntut Polri untuk menindaklanjuti tewasnya dua mahasiswa tersebut. Kasus ini wajib dituntaskan, agar ke depan tidak ada korban di antara mahasiswa yang menggelar aksi. “Kami berharap ini kejadian terakhir. Ke depan jangan ada Randi lain yang menjadi korban,” tegas Afifudin.

Loading...
Baca Juga  Sembunyikan Barang Dalam Kamar Kost, Pria ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Doa bersama ini dilakukan bersama Kapolres Tulungagung yang baru, AKBP Eva Guna Pandia. Masih menurut Afifudin, sebelumnya Kapolres menghubunginya untuk bergabung dalam doa bersama ini. “Kami persilakan untuk gabung bersama kami. Ada Pak Kapolres dengan Pak Dandim,” pungkasnya.

Selain Kapolres, hadir dalam doa bersama ini Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol (inf) Wildan Bahtiar. Kapolres mengatakan, doa bersama ini berharap para korban diterima di sisi Tuhan.

AKBP Pandia menegaskan, pihaknya siap mengamankan aksi mahasiswa. Termasuk mengamankan para mahasiswa yang bertahan di depan kantor DPRD Tulungagung.

“Polisi bersama TNI sudah melakukan pendekatan ke para rektor, pengurus BEM maupun koordinator lapangan. Kami tampung aspirasi mereka dan kami kawal aksi mereka,” ujar Pandia.

Baca Juga  Polda Jatim akan Panggil Pelaku Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan

Pengawalan ini supaya aksi berjalan aman, dan tetap mengedepankan kedamaian. Pandia berharap Tulungagung yang dikenal damai, tetap terjaga kondusivitasnya. “Jangan terprovokasi, jangan percaya berita hoaks. Kita jaga Tulungagung tetap kondusif,” pungkasnya. (*)

Reporter: Beni

Loading...
Artikulli paraprakGara Gara Di Teriaki Warga Gak Di Gubres,Ini Akibatnya
Artikulli tjetërMahasiswa Kepung Kantor DPRD Pamekasan

Tinggalkan Balasan