PMII di Kampus Ibrahimy Banyuwangi Terbelah

670
Kader Eksakta PMII Ibrahimy dan Demisioner PC PMII Banyuwangi, Wahyu (tengah)

BANYUWANGI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) salah satu wadah kaderisasi tingkat mahasiswa di kampus Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng, Banyuwangi dikabarkan pecah alias terbelah, jadi dua.

Kabar tersebut, mencuat di kalangan internal kader dan anggota Pengurus Komisariat (PK) PMII IAI Ibrahimy yang membawahi 3 struktur, diantaranya, Rayon Eksakta, Rayon Tarbiyah, dan Rayon Syariah.

Informasi lainnya, kabar tersebut mengemuka sejak terpilihnya Syaifurrohman sebagai mandataris Konfercab XXVII di Hotel Ihtiar Surya. Menang secara aklamasi dengan dukungan dari, PK PMII Uniba, PK PMII IAIDA, PK PMII STIB & UBI, PK PMII STAIDU, PK PMII STES.

Sedangkan, PK PMII Untag dalam konferensi tersebut walk out lantaran calon kandidat Ketua Umum, Syaifurrohman, diduga menyalahi aturan. Di AD/ART PMII maksimal calon Ketua PC maksimal umur 25 tahun. Sementara, Rohman berusia 25 tahun lebih 11 bulan.

Baca Juga  Anggota Polsek Rungkut yang Tembakan Pistol ke Udara Diperiksa Propam dan Ditahan

Komisariat PMII IAI Ibrahimy yang mengusung kadernya, Ach Faisal Hikam Hamdani, ketika itu, disebut-sebut tidak dilibatkan dalam sidang pleno pemilihan ketua umum pada konferensi PC PMII Banyuwangi itu.

Diduga sakit hati, kader-kader PMII IAI Ibrahimy melakukan deklarasi sebagai ketua umum terpilih secara aklamasi. Videonya pun beredar luas hingga di media sosial.

Loading...

Belakangan, muncul gerakan yang mengatasnamakan PC PMII Banyuwangi Selatan, atau 7 hari sejak terpilihnya mandataris Konfercab XXVII terpilih pada 20 September 2020.

Bahkan, PC PMII Banyuwangi Selatan sempat menggelar unjuk rasa meminta transparansi anggaran penanganan Covid-19 di depan Kantor Bupati Banyuwangi, 8 Oktober 2020 disusul aksi kedua pada 12 Oktober dengan isu yang sama.

Barulah, 3 hari setelah itu, 15 Oktober, salah satu lembaga dibawah naungan PK PMII IAI Ibrahimy diganti nama besarnya. Dari Rayon Eksakta menjadi Rayon EBI (Ekonomi Bisnis Islam). Diduga tanpa pertimbangan yang matang.

Baca Juga  Polisi Bekuk Pria Pengedar di Royal Residence Wiyung Surabaya

Padahal, kader-kader Rayon Eksakta pun secara mayoritas sekitar 70 persen anggota dan pengurus menyatakan menolak keputusan perubahan nama lembaga yang berdiri 11 tahun lalu itu.

Lantas, jika mayoritas anggota dan pengurus Rayon Eksakta tidak setuju. Kepentingan apakah yang melegalkan rencana ambisius tersebut. Mungkinkah, dari unsur pengurus demisioner PK PMII IAI Ibrahimy XXV?.

Harapan besar kader dan anggota PMII di Kampus Ibrahimy adalah bersatu dan kembali berbaiat kepada PC PMII Banyuwangi hingga PB PMII. Salam Pergerakan..!!

Penulis adalah Kader PMII Ibrahimy, Muhammad Yusuf Sholeh Marzuki

Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, dan bukan menjadi bagian tanggungjawab redaksi Kabarjawatimur.com

Loading...
Artikulli paraprakFIF Cabang Gresik Apresiasi Kinerja Polres Ungkap Kasus Oknum Sales Dealer
Artikulli tjetërGara-gara Duit, Wanita Berkerudung Dipenjara

1 KOMENTAR

  1. Salah ketika menuliskan untag walk out gara2 syaifurohman menyalahi aturan. Yang bener untag walk out karna mereka tidak sepakat dg proses sidang di lanjut tanpa ibrahimy. Sedangkan ibrahimy sudah beberapa kali melanggar kebijakan pimpinan sidang hingga nota kesepakatan yg di buat sendiri oleh semua pengurus komisariat yg di mediasi langsung oleh gus nandi juga di langgar.

Tinggalkan Balasan