BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Kasus Proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, di Perumahan Puri Gading Mas Permai (PGMP), Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, terus menjadi bahan pergunjingan publik. Penyebabnya, proyek senilai Rp 171, 9 juta, yang dikerjakan oleh CV Ika Jaya tersebut diduga dibangun tidak sesuai spesifikasi.

Terbukti, baru sebulan jadi, pekerjaan yang dibiayani dari uang rakyat itu sudah ambrol. Akibatnya, warga setempat meminta agar proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, tersebut dibangun ulang dengan sesuai spesifikasi.

“Pembangunan plengsegan itu kan menggunakan uang rakyat, uangnya pemerintah. Kami minta untuk dikerjakan ulang dengan sesuai spesifikasi. Jika tidak, pasti akan viral medsos,” ucap A, warga Perumahan PGMP, Senin (14/6/2021).

Masyarakat membandingkan, disepanjang aliran hulu dan hilir sungai setempat, juga terdapat sejumlah proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Namun hanya proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, yang berlokasi di Perumahan PGMP saja yang ambrol. Padahal proyek yang dikerjakan oleh CV Ika Jaya tersebut baru jadi sebulan lalu.

Baca Juga  Satpol PP Tertibkan Baliho Ilegal di Banyuwangi

Loading...

Santer di masyarakat sekitar, pondasi proyek plengsengan di Perum PGMP ini diduga tidak sesuai spesifikasi. Kedalaman pondasi yang harusnya sekitar 1,5 meter, hanya direalisasikan dengan kedalaman sekitar 1 meter saja. Itu pun terindikasi hanya diterapkan pada separuh bangunan pondasi. Karena separuh pondasi plengsengan dikabarkan hanya berdiri menumpang pada pondasi bangunan lama.

Yang lebih meresahkan dan mencorang nama baik Dinas PU Pengairan Banyuwangi, proses pengurukan plengsengan sebagian menggunakan material batu milik masjid Perumahan PGMP. Yakni material batu sumbangan jamaah yang diakadkan untuk keperluan masjid. Dan bukan untuk proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

Sebelumnya pihak CV Ika Jaya berdalih material batu milik masjid Perumahan PGMP tersebut telah dibeli melalui takmir. Kepada CV Ika Jaya, takmir masjid Perumahan PGMP, menyampaikan bahwa masjid banyak memiliki kebutuhan. Salah satunya untuk membeli karpet. Sedang masjid tidak ada pemasukan.

Baca Juga  Hendak Angkut Barang Milik Bengkel, 3 Sekawan Kepergok Polisi

Namun sayang, terkait desakan warga Perumahan PGMP agar proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, bisa dibangun ulang sesuai spesifikasi, Bos CV Ika Jaya, Khadafi, belum berhasil dikonfirmasi wartawan. Karena Khadafi telah memblokir sejumlah nomor telepon awak media yang melakukan wawancara.

Entah apa alasan Khadafi, si Bos CV Ika Jaya, memblokir nomor telepon wartawan. Tapi, seluruh masyarakat tentunya sepakat, jika dia memiliki iktikad baik dan tanggung jawab, tentunya perilaku memblokir nomor wartawan tidak akan dilakukan. Terlebih jurnalis merupakan pilar demokrasi keempat yang memiliki fungsi kontrol dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu, Kabid Bina Manfaat dan Kemitraan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Doni Arsilo Sofyan, juga tidak menjawab pertanyaan wartawan. Yang pasti, hingga detik ini warga Perumahan Puri Gading Mas Permai (PGMP) meminta proyek plengsengan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, yang dikerjakan oleh CV Ika Jaya, bisa dibangun ulang sesuai spesifikasi. (*)

Loading...
Berita sebelumyaDPD NasDem Gresik Tegas Menolak Pungutan PPN Sembako dan Pendidikan
Berita berikutnyaPelatihan Aparatur Pemdes, Bupati Gresik Minta Pelayanan Makin Ditingkatkan

Tinggalkan Balasan