Pelatihan kader bencana DPC PKB Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Wilayah Kabupaten Jember rawan terjadi berbagai jenis bencana. Awal tahun 2021 telah beberapa kali bencana alam seperti banjir dan longsor, bahkan puting beliung terjadi.

Banyaknya bencana yang terjadi dan setiap saat mengancam keselamatan masyarakat menggerakan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember, untuk menggelar pelatihan kepada 120 orang kader muda PKB Jember yang tersebar di 31 Kecamatan.

Sekertaris DPC PKB Jember Ayub Junaedi mengatakan, kondisi saat ini banyak bencana yang melanda Jember karena alam saat ini rusak.”Kita mengakui bahwa Kabupaten Jember potensi bencananya lebih banyak dari pada daerah lain,” kata Jember Ayub Junaedi, Sabtu (6/2/2021).

Maka, PKB menurut mantan ketua GP Ansor ini, saat ini fokus untuk membantu penanganan bencana sebagai relawan. ”Maka PKB harus menyiapkan kader-kadernya dalam menghadapi bencana,”sambungnya.

Baca Juga  Hendak Ngopi Tiba Tiba Ambruk, Warkop di Surabaya Geger

Namun sebelum kader muda PKB terjun di lapangan menurutnya, harus diberikan pelatihan terlebih dahulu. Sehingga nantinya saat dilapangan bisa melakukan penganan kepada korban bencana secara benar.

Loading...

Selain itu, Ayub juga mengkritik kondisi BPBD Jember saat ini yang tidak memiliki anggaran yang pasti dan manajerial yang jelas. Sebab sampai saat ini masih dipimpin oleh Plt sehingga tidak bisa maksimal dalam melakukan pengananan bencana.”BPBD ini dilahirkan bagaimana mengkomando dan mengkordinasikan dalam penanganan bencana.Tapi kan kalau pejabatnya anggarannya tidak jelas tentu akan berpengaruh pada penanganan bencana sehingga tidak maksimal,”kata mantan wakil ketua DPRD Jember periode 2014-2019 itu.

Ia menegaskan, agar nantinya seluruh relawan bencana di Jember termasuk juga kader muda PKB bisa dilibatkan dan diakomodir untuk menangani bencana.

Baca Juga  PMI Jember akan Gelar Simulasi Bencana

Campur tangan bupati terpilih nanti saat menjabat dibutuhkan untuk memperbaiki tata kelola BPBD Jember dengan lebih baik lagi. Anggota DPRD dari PKB terutama yang berada di Komisi D, akan diperintahkan untuk memperjuangkan anggaran di APBD untuk penanganan bencana agar lebih optimal.”Pastilah dengan kebutuhan yang besar anggarannya diperbesar itukan fungsi anggaran di APBD kita money follow fuction,”tutupnya.

Untuk diketahui PKB mempunyai Tagana PKB, sebuah organisasi sayap khusus untuk penanganan bencana. Organisasi ini beranggotakan kader-kader yang akan diterjukan sebagai relawan bencana.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaProduksi Peci LED, UMKM Binaan SIG Sukses Kembangkan Usaha Saat Pandemi
Berita berikutnyaKompak! Pasca Angin Kencang, ‘Banteng Muda Sraten’ Bantu Bersihkan Rumah Warga

Tinggalkan Balasan