pembangunan RE-Force

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) –
Seiring dengan berkembangnya dunia bisnis ketenagalistrikan, tuntutan dalam pengelolaan pembangkit juga semakin beragam, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit hingga biaya pokok produksi yang lebih kompetitif.

Berangkat dari hal inilah maka Pembangkitan Jawa Bali (PJB) menjadi yang pertama di Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut melalui RE-FORGE (Reliable And Efficient Powerplant Management), sebuah konsep kustomisasi pengelolaan pembangkit untuk unit pembangkit dengan kapasitas yang relatif kecil 50 MW yang menjadi bagian dari Standardisasi Produk 2.0.

RE- FORGE merupakan konsep kustomisasi yang dilakukan agar model bisnis pengelolaan unit pembangkit menjadi lebih terpusat dan tidak ada redundansi proses.

Tidak hanya pengelolaannya yang terpusat, namun analisa juga dilakukan secara terpusat oleh para expertise di bidang pembangkit sehingga analisa pun menjadi lebih akurat.

Untuk pengimplementasian RE-FORGE, PJB melaksanakan peresmian secara virtual untuk Go-Live RE-FORGE PLTU Tembilahan pada Jum’at (12/06/2020) lalu juga dihadiri oleh Wiluyo Kusdwiharto selaku Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero), Supriyadi selaku EVP Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), Mukhtar selaku EVP Operasi Regional Kalimantan PT PLN (Persero), serta jajaran DireksI PT Pembangkitan Jawa-Bali.

Baca Juga  Baliho Puan Dibongkar, DPRD Banyuwangi Bakal Panggil Beberapa Pihak

PLTU Tembilahan sebagai Pilot project dari RE-FORGE ini akan menggunakan aplikasi Maximo sebuah aplikasi Enterprise Asset Management yang telah dikostumisasi sesuai dengan BMS RE-FORGE. Aplikasi Maximo sendiri sudah umum digunakan dalam Pembangkit Listrik namun kostumisasinya berbeda dengan RE-FORGE.

Selain itu akan menjadi unit yang pertama kali mengimplementasikan RE- FORGE, seperti yang diutarakan oleh WIluyo Kusdwiharto, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero),

Loading...

“Implementasi RE-FORGE akan memberikan bantuan terhadap pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil terutama dalam meningkatkan keandalannya,” ucapnya dalam sambutannya pada peresmian

Hal ini senada dengan rencana kedepan dimana PLTU Bangka, PLTU Belitung, PLTU Bolok, serta PLTU Ropa akan menjadi unit yang selanjutnya mengimplementasikan konsep RE-FORGE.

Dengan kehadiran konsep kustomisasi RE-FORGE akan memberikan keunggulan bagi unit pembangkit PJB maupun pembangkit-pembangkit dari IPP lainnya, karena selain mengefisiensikan proses bisnis yang kompleks, RE-FORGE juga dapat mengoptimalkan kapabilitas SDM, dan menyederhanakan pola komunikasi antara PJB, PJB Services (selaku anak perusahaan yang mengelola unit jasa operation & maintenance) dan unit pembangkit menjadi lebih sederhana.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Imigrasi Depok dapat CSR Bank Rakyat Indonesia

RE-FORGE ini mengambil konsep waralaba yang berkembang di Indonesia. Pemilik pembangkit tidak perlu direpotkan untuk mengurusi perancanaan, supervise enginering, sampai mengatur supply chain yang harus dilakukan karena hal-hal tersebut secara terpusat dan terkendali akan dilaksanakan oleh PJB.
Hal ini dapat berdampak kepada lebih fokusnya pemilik pembangkit pada pengoperasional pembangkit saja sehingga akan mengurangi jumlah SDM yang diperlukan dan akan berimbas kepada penghematan biaya jangka panjang.

Sesuai dengan sambutan yang diberikan oleh Iwan Agung Firstantara selaku Direktur Utama PT PJB, RE-FORGE tidak hanya menjadi jawaban terhadap tantangan yang ada namun juga menjadi salah satu cara dalam menyelaraskan program dengan Strategic Inisiative Grand Strategy PJB yang akan diangkat selama lima tahun kedepan. Dimana salah satunya merujuk pada rencana implementasi digitalisasi monitoring dan evaluasi untuk semua pembangkit PJB (existing dan UBJOM) dan IPP. (*)

Reporter: Rusmiyanto

Loading...
Berita sebelumyaCegah Penyebaran Virus Corona, PKL Rogojampi Semprot Disinfektan Secara Mandiri
Berita berikutnyaDirsistik Apresiasi Persiapan Pelayanan di Era Kenormalan Baru Kantor Imigrasi Jakarta Timur

Tinggalkan Balasan