Pitrat Plus-Plus Digrebek, Pemilik dan PSK Diamankan

147
Para pelaku diamankan di Polrestabes Surabaya

SURABAYA(kabarjawatimur.com) – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya pada, Minggu (16/10/2016),dini hari kemarin kembali berhasil membongkar pijet plus plus (Pijat yang disertai dengan melakukan hubungan badan dan oral sex layaknya suami istri), yang berkedok Pitrat di Jl.Petemon Barat Surabaya.

Dari penggerebekan tersebut Unit PPA Polrestabes Surabaya berhasil menganmankan sedikitnya empat orang yakni Sutilah yang diketahui sebagai pemilik rumah pitrad dan tiga terapisnya yakni, Suhartin 37 tahun , Hartatik 53 tahun , Nofi 27 tahun semuanya asal Surabaya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno mengungkapkan, praktek prostitusi terselubung yang berkedok sebuah rumah yang diberi nama pitrad “IBU MELATI” , beralamat di Petemon Barat Surabaya. Dalam menjalankan usaha pitradnga, tersangka memiliki empat orang terapis atau pemijat untuk melayani para tamu atau pelanggan yang ingin dipijat.

Loading...
Baca Juga  Jember Build Tech Carnaval Bukan Pameran Biasa

Namun dalam prakteknya, pitrad tersebut tidak hanya menyediakan jasa pijat pada umumnya melainkan memberikan layanan plus yakni berhubungan badan.

“Taripnya Rp.100.000, hasilnya dibagi masing-masing yakni Rp.50.000 antara pemilik dan terapis (pemijat) sementara untuk layanan plus plusnya tergantung negosiasi antara pelanggan dengan terapis pitrad Melati tersebut, tarifnya plusnya berkisar antara Rp.150.000 sampai Rp.200.000”, kata Bayukepadakabarjawatimur.com, Senin (17/10/2016).

Saat penggerebekan, di TKP Unit PPA polrestabes berhasil menangkap basah dua orang yang diduga Pekerja seks komersial (PSK) atau terapis di dalam kamar tersebut sedang melayani lelaki hidung belang untuk berhubungan badan.

Tersangka kini ditahan dalam penjara Mapolrestabes Surabaya dan dijerat perkara tindak pidana mempermudah untuk melakukannya cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 296 dan atau pasal 506 KUHP, yang ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

Baca Juga  KPU Sumenep Beberkan Poin 75 Soal di Tes CAT Besok

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTak Terima Ditegur, Lima ABG Pesta Miras Hajar Pak RT
Artikulli tjetërCuri Baju Demi Sang Pacar, Malah Berakhir Putus

Tinggalkan Balasan