Pitrad Menur Kesulitan Jalankan AnjuranDisparta Surabaya

294

SURABAYA (kabarjawatimur.com)
Pengawasan tentang izin TDUP (tanda daftar usaha pariwisata) yang dilakukan oleh beberapa instansi terkait mulai Dinas Pariwisata kota Surabaya, Polrestabes Surabaya bersama jajaranya dan Sat Pol PP kota Surabaya, terhadap pengelolah usaha pariwisata (karaoke, diskotik, SPA dan Pijat) masih tetap gencar dilakukan secara.

Seperti yang diberitakan kabarjawatimur.com, tentang undangan kepada para pengelolah usaha jasa kesehatan dan kecantikan, Rabu (19/10/2016).
Dimana pembahasan yang diutarakan tentang kewajiban untuk segera mengantongi TDUP dan menghindari tindak asusila.
Ternyata hal tersebut kesulitan untuk dijalani oleh 4 usaha pijat tradisional yang terletak di Jalan. Menur no.15 (depan RSJ Menur), Kecamatan Mulyorejo.

4 Pijat tradisional tersebut kesulitan untuk mengajukan perizinan mulai awal hingga TDUP.
Hal tersebut diutarakan oleh Sumena dan Tutik salah satu pengelolah pijat tradisional.

Baca Juga  Lahan Makin Menyusut, Pemuda Jangan Gengsi Jadi Petani

Saat ditemui di Dinas Pariwisata kota Surabaya, Sumena memberikan keterangan bahwa ditempat usahanya sudah diajukan dalam pengurusan izin namun mengalami kesulitan.
Kendala tersebut di akibatkan 4 tempat pijat tradisional hanya memiliki 1 alamat.

Loading...

Kesulitan dalam pengurusan izin dikarenakan statusnya adalah penyewa tempat, selain itu dalam 4 lokasi usaha terlampir 1 alamat dalam status kepemilikan.
“Saya sudah berusah untuk mengurus izin tapi kesulitan karena alamatnya jadi satu dan saya kontrak tempat,” ujar Sumena.

Diakui Sumena pengajuan izin pariwisata dengan jenjang yang harus dilalui mulai dari SKRK (surat keterangan rencana kota) lanjut ke SPPL atau penganti HO kemudian IMB (izin mendirikan bangunan) hingga izin terakhir yaitu TDUP, salah satu izin belum dikantonginya.
“Saya sudah beberapa kali mondar mandir ke UPTSA (unit pelayanan terpadu satu atap), namun izin awal tidak bisa diproses,” tambahnya.

Baca Juga  Ganjar Pranowo-Erick Thohir Sosok yang Diinginkan Jokowi

Dengan ditemuinya kondisi tempat usaha jasa kesehatan dan kecantikan di Jalan. Menur yang tidak bisa dilanjutkan dalam pengajuan izin, bagaimana sikap yang akan dilakukan oleh dinas Pariwisata.

Apakah ada batasan yang diberikan oleh Dinas Pariwisata kepada pemilik atau pengelolah untuk menunjukan bukti izin yang harus dikantongi, mengingat usaha yang berada di Jalan. Menur sudah beroperasional beberapa tahun yang lalu.

Reporter : Rusdi
Editor. : Budi
Punisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPengelola Usaha Pariwisata Wajib Kantongi TDUP
Artikulli tjetërBerbekal Rp 10 Ribu, Cabuli Tetangga

Tinggalkan Balasan