Petugas Gabungan BAP Diskotik Luxor Pada Giat Cipta Kondisi

406

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Mengacu PPKM level 1 untuk kota Surabaya dan sesuai Surat Edaran Inmedagri (Kementerian Dalam Negeri) Nomor 63 Tahun 2021, tentang pembatasan kegiatan masyarakat, Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/457/KPTS/013/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat yang telah diubah dengan

Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2020, Pergub Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan dan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19 di Kota Surabaya sebagaimana telah diubah menjadi Nomor 10 Tahun 2021.

Petugas gabungan yang terdiri dari BPB Linmas Surabaya, Sat Pol PP kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya, melakukan giat cipta kondisi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 00.01 WIB.
Razia yang dilakukan berdasarkan PPKM Darurat level 1 untuk tempat hiburan malam di Kota Surabaya yang diwajibkan tutup pukul 00.00 WIB, serta pengecekan assement di beberapa tempat usaha yang memicu keramaian .

Baca Juga  Masyarakat Sidoarjo Harapkan Sandiaga Di 2024, Retas Kemiskinan Lewat Pelatihan

Selama kegiatan dan pemantauan tempat hiburan malam dipimpin Harry Astjanto selaku Kasubid Bina Potensi Linmas. Setidaknya ada beberapa tempat hiburan malam yang dikunjungi antara lain, Rasa Sayang Blue Fish karaoke , resto and bar Jalan Tegalsari, Diskotik Pentagon Jl. Tegalsari, Alcatraz Club Jl. Kaswari, Discotik Luxor Jl. Pahlawan.

Loading...

Selama giat cipta kondisi yang dilakukan beberapa tempat diketahui sudah tutup dan tidak beroperasional. Namun saat petugas mendatangi Diskotik Luxor pada pukul 01.30
WIB, diketahui masih beroperasional dan saat melalukan pengecekan kapasitas pengunjung yang sesuai assessment dan Prokes hanya 100 orang, namun diketahui pengunjung berjumlah 150 orang lebih.
Selain itu scan barcode Peduli Lindungi tidak dijalankan.

Dari adanya penyimpangan mulai jam Operasional yang seharusnya ditentukan tutup pukul 00.00 WIB ternyata dilanggar. Juga tidak mentaati protokol kesehatan (Prokes ) dengan melanggar jumlah kapasitas ruang tertutup dan idak menjalankan scan berkode Peduli Lindungi. BPB Linmas dan Sat Pol PP Surabaya melakukan tindakan tegas dengan membubarkan secara paksa hingga steril dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Baca Juga  Ada Dugaan Korupsi Pilwali di KPU, Kasusnya Diselidiki Polisi

Giat cipta kondisi dilakukan oleh petugas gabungan setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait jam Operasional di beberapa tempat hiburan malam di Surabaya beroperasional hingga pukul 03.00 WIB.

Salah satu pengaduan yang di surat kan ke Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol
A Yusep Gunawan tentang aktifitas Cafe dan Bar Rasa Sayang Blue Fish.

Isi surat pengaduan menyatakan bahwa tempat tersebut tutup hingga pukul 03.00 WIB dan tidak taat Prokes.secara sengaja dibiarkan oleh petugas dan diduga di baking atau dilindungi oleh Polsek Tegalsari dan pihak Kepala BPB Linmas.
“Kami bersama petugas pendamping melalukan operasi Cipta Kondisi untuk menindak lanjuti adanya pengaduan terkait pelanggaran jam Operasional tempat hiburan malam,” ujar Harry Astjanto selaku Kasubid Bina Potensi Linmas.

Caption : Giat Cipta Kondisi hiburan malam yang dilakukan petugas gabungan

Reporter : Yanto

Loading...
Artikulli paraprakOJK Regional 4 Bersama Media Bahas Perkembangan Industri Keuangan Jatim 2021
Artikulli tjetërPembobol Rumah Dibekuk, Penadah Pun Ikut Diciduk

Tinggalkan Balasan