Petrokimia Gandeng Dinas Pertanian Semprot Pupuk Organik Masal di Banyuwangi

189
Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan saat menunjukan pupuk produk baru. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi menggelar penyemprotan massal pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca pada lahan budidaya padi seluas 20 hektare di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan kegiatan ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah wabah Covid-19. Dimana intensifikasi pertanian menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan.

“Kegiatan ini kami laksanakan di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisai dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya,” ujar Rahmad, Rabu (22/7/2020).

Sementara penggunaan pupuk Phonska Oca, lanjut Rahmad, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.

Hal ini sangat penting mengingat berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan saat memberikan pupuk organik cair. (Foto:Rochman/Kabarjawatimur.com)

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang yang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.

Baca Juga  Barang Bukti Perampokan Toko Emas dari 2 Kg Berkurang 500 Gram !

“Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca” ujar Rahmad.

Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

Loading...

Phonska Oca telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi di berbagai daerah. Selain tanaman padi, Phonska Oca juga dapat digunakan pada tanaman hortikultura.

“Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen,” terang Rahmad.

Terakhir, Rahmad mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang. Yaitu perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Tujuannya agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga.

“Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian,” kata Rahmad.

Penyemprotan pupuk organik secara masal dipersawahan di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

Kemudian, Farhan Manager area Pemasaran Pupuk Petrokimia se Besuki menuturkan, Banyuwangi merupakan penyangga utama lumbung pangan di Jawa Timur. Pada wabah covid-19 kali ini produktifitas pertanian terjadi krisis pangan.

Baca Juga  PT BSI Kirim Tim Tanggap Darurat ke Lokasi Gempa Cianjur

Maka dari itu, kata Farhan, PT Petrokimia Gresik berupaya untuk berbudidaya dengan petani dengan pupuk organik dan anorganik menciptakan produk-produk lainnya.

“Secara khusus, komitmen kami pertanian yang berkelanjutan atau gabungan dengan pemupukan berimbang, organik dan anorganik tujuannya produktifitas pertanian di Banyuwangi meningkat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan menyampaikan terima kasih kepada PT Petrokimia. Menurutnya ini adalah inovasi baru yang dibuat pabrikan. Bahkan, inovasi ini banyak membantu pendapatan petani.

Luas pertanian di Bumi Blambangan, masih Arief hanya 66 ribu hektar. Sementara yang mendapat pupuk bersubsidi sekitar 50 %.

“Mereka butuh pupuk non subsidi. Mau tidak mau petani tidak tergantung pada pupuk bersubsidi. Bisa jadi tahun 2021 bisa jadi hanya 30%. Padahal Pemerintah menginginkan 60%. Sementara, yang dapat subsidi adalah petani yang masuk di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” paparnya.

Sekedar diketahui, dalam kegiatan ini, Petrokimia Gresik juga menghadirkan klinik pertanian, yaitu melalui Mobil Uji Tanah untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik) untuk pengendalian hama. Sehingga pengawalan Petrokimia Gresik menjadi lengkap, mulai dari kawalan teknis pemupukan hingga pengendalian hama. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakKapolda Jatim: Obat Herbal ini Dapat Membantu Kesembuhan Covid-19
Artikulli tjetërEsok Razia Semeru 2020 Dimulai, ini Pelanggaran yang Ditindak

Tinggalkan Balasan