Petani Korban Banjir Akhirnya Terima Ganti Rugi

16

BOJONEGORO(kabarjawatimur.com),-Sebanyak 478 petani di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang lahan pertaniannya rusak karena terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo akhirnya memperoleh klaim ganti rugi. Klaim diberikan dari asuransi dari PT Jasindo di Surabaya. Klaim ganti rugi ini mencakup tanaman padi yang rusak di lahan seluas 175,1 hektare.

“Mereka mendapatkan ganti rugi karena ikut asuransi usaha tanam padi (AUTP),” ujar Kepala Bidang Usaha Tanaman padi dan Horlikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani, di Bojonegoro,

Sesuai ketentuan, tanaman padi yang terendam air banjir luapan Bengawan Solo dengan tingkat kerusakan mencapai 75 persen bisa memperoleh ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare.

“Proses pengajuan klaim asuransi melalui verifikasi petugas PT Jasiondo dan petugas dinas pertanian,” imbuh Zaenal.

Namun, dia menyatakan kapan klaim ganti rugi asuransi akan cair.Pengajuan klaim asuransi tanaman padi seluas 175,1 hektare milik 478 petani sudah diajukan kepada PT Jasindo dua pekan lalu.

Baca Juga  Dari Pengedar Barang Jalan Kunti, Polisi Amankan Puluhan Poket Siap Edar

Zaenal menjelaskan rincian tanaman padi yang rusak adalah yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Baureno, yang bisa memperoleh ganti rugi asuransi seluas 166 hektare dari tanaman padi seluas 500,44 hektare dan di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, seluas 9,1 hektare. “Tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Kanor, yang terendam air banjir juga cukup luas, tetapi banyak petani yang tidak masuk AUTP,” ucapnya menegaskan.

Loading...

Menurut dia, tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Kanor tidak masuk AUTP karena petani baru mengajukan masuk AUTP bersamaan dengan tanaman padinya terendam air banjir luapan Bengawan Solo. “Ya jelas ditolak, sebab petani baru akan mendaftar mengikuti AUTP bersamaan dengan tanaman padinya terendam air banjir,” ujarnya.

Yang jelas, kata dia, proses pengajuan mengikuti AUTP cukup mudah bisa melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) dinas pertanian atau petugas PT Jasindo. Sesuai persyaratan, lanjut dia, tanaman padi yang diikutkan AUTP hanya dikenai iuran sebesar Rp 35.000 per hektare selama semusim.

Baca Juga  Lima Orang Penjudi Doro Ploso, Peran Masing Masing Pelaku

“Kalau gagal panen bisa memperoleh ganti rugi Rp 6 juta per hektare,” jelas dia.

Ia optimistis kesadaran petani di daerahnya untuk mengasuransikan tanaman padi akan terus meningkat setelah kejadian banjir luapan Bengawan Solo yang merusak tanaman padi di sejumlah kecamatan awal Desember lalu. “Program AUTP tidak hanya ketika kemarau, tetapi juga berlaku ketika musim banjir,” ucapnya.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan luas tanaman padi yang rusak terendam air banjir di Kecamatan Kanor, mencapai 1.990 hektare dan di Kecamatan Baureno, 1.507 hektare.

Reporter: Agus Kuprit, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTutup Tahun, Pamer Ungkap Kasus Selama Tiga Bulan
Artikulli tjetërKades dan Dosen Selingkuh Diganjar Sebulan Penjara

Tinggalkan Balasan