Petani Bangkalan Protes Kelangkaan Pupuk

0

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Aliansi Pemuda dan Masyarakat Tani melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan, Kamis 24 November 2022.

Mereka longmarch dari stadion gelora Bangkalan (SGB) menuju kantor Dinas Pertanian. Akses jalan raya Soekarno-Hatta sempat macet akibat ditutup massa aksi. Mereka memprotes soal kelangkaan pupuk baik bersubsidi maupun nonsubsidi. Padahal saat ini sudah memasuki musim tanam, petani membutuhkan pupuk.

Massa yang terdiri dari pemuda dan petani desa ini bergantian menyampaikan aspirasi. Salah satu orator menyebut, saat ini para petani kebingungan mencari pupuk untuk tanaman mereka. Sebab, tanaman mereka harus segera diberi pupuk. “Saya orang tani, orang lapar. Kami petani butuh pupuk untuk tanaman kami disawah,” ucapnya.

Baca Juga  Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya Amankan 136 Kilo dan 15 Ribu Ekstasi

Selain mempertanyakan soal kelangkaan pupuk, mereka juga mempersoalkan program kartani (kartu tani). Sebab realisasi kartu tani dibawah belum optimal dan merata kepada semua petani di desa.

Korlap aksi, M. Kholilurrahman menyatakan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan segera menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk baik subsidi maupun non subsidi dan realisasi kartu tani.

Loading...

Kemudian, pendemo juga meminta untuk membuat kios disetiap desa agar petani lebih mudah mengakses pupuk. “Terapkan E-RDKK secra transparan sehingga dapat diakses oleh publik. Penyuluh dan Poktan harus melakukan Sosialisasi terhadap masyarakat secara inten terutama di tengah optimalisasi penerapan kartu tani,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Bangkalan, Puguh Santoso mengatakan, terjadinya kelangkaan pupuk saat ini disebabkan pengiriman dari Pabrik Pupuk Indonesia PT. Petrokimia Gresik terlambat. Sehingga ketersediaan pupuk di kios terbatas.

Baca Juga  Parade Keroncong in Hospital Sentuh Generasi Millenial

“Pengiriman dari produsen Petrokimia Gresik memang terlambat. Sehingga terjadi kelangkaan,” jelasnya.

Perihal realisasi kartu tani, Puguh mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan kembali dengan pihak Bank BNI selaku penyedia. Sementara untuk pembentukan kios di setiap desa, dia berharap pihak distributor bisa merealisasikan hal tersebut.

“Kami akan tindak lanjuti, untuk yang lain-lain kami setuju,” pungkasnya.

Diketahui, jatah pupuk bersubsidi jenis urea untuk Bangkalan sebanyak 22 ribu ton. Tahun ini turun menjadi kurang lebih 15.900 ton. Sedangkan pupuk NPK ponska dari semula 13 ribu ton, kini hanya dijatah 5.300 ton saja. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakIbu yang Aniaya Anak Kandung Dibantu Pasangan Lesbi

Tinggalkan Balasan