Pesta Miras, Diejek Soal Ayam, Kepala Teman Dibacok

11

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Tersinggung kata-kata dari teman soal ayam jago miliknya, M Farid Fatoni (27), warga Jl.Bulak Kali Tinjang Baru Timur Blok K nekat membacok M Yasin (50), warga Jl.Bulak Setro III Surabaya.

Akibatnya korban mengalami luka di bagian kepala dan telinga atas sabetan clurit pelaku, akhir tersangka yang sebagai juru parkir (jukir) ini langsung diringkus Polisi.

Berawal saat keduanya menggelar pesta miras di pos kamling. Disela-sela acara pesta miras tersebut tersangka membawa ayam jago dan bercerita banyak termasuk soal ayamnya.

Oleh korban ditanggapi lain bahwa ayam jago milik tersangka adalah hasil temuan dan tidak membeli. Pernyataan tersebut yang mematik reaksi tersangka hingga langsung pulang setelah cekcok dan kembali lagi di pos kamling sambil menenteng clurit.

Loading...
Baca Juga  Hendak Kabur ke Madura, Penjual Nasi Babat Dibekuk Polisi

“Saat korban mengolok-olok ayam jago yang dibawa tersangka itu hasil temuan, keduanya dalam keadaan mabuk minuman keras. Lalu emosi dan membacok menggunakan clurit ,” kata Kapolsek Kenjeran AKP Ahmad Faisol Amir kepada kabarjawatimur.com, Minggu (4/12/2016).

Faisol melanjutkan, korban yang dalam kondisi mabuk tidak tahu waktu itu nyawanya terancam. Begitu melihat korban, tersangka langsung menyabetkan celuritnya ke arah kepala. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Kenjeran.

Polisi yang menerima laporan langsung ke TKP. Di sana polisi yang dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Yudo Hariyono berusaha untuk menangkan tersangka. Saat akan diringkus tersangka tersebut berusaha melawan dan juga akan meloloskan diri, namun setelah petugas menodongkan pistol, akhirnya tersangka ketakutan dan menyerahkan diri.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Bersama DPRD Bahas Raperda Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan

Dihadapan penyidik, tersangka mengakui melakukan ini karena emosi ketika ayam jago miliknya terus dihina korban. Kini tersangka berikut barang bukti sebilah clurit diamankan di Mapolsek Kenjeran Surabaya.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakBersihkan Kolam, Tewas Diduga Tersengat Listrik
Artikulli tjetërBudaya Masyarakat Perdesaan Mulai Tergerus Era Globalisasi

Tinggalkan Balasan