Peserta BPJS Kesehatan PBID di Bangkalan akan Berkurang 90 Ribu

42
Sosialisasi PBID di Aula Pemkab Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) di Kabupaten Bangkalan akan berkurang 90.038 ribu penerima.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor BPJS Kesehatan Wilayah Madura, Elke Winasari saat menghadiri Sosialisasi Penerima Bantuan iuran Daerah (JKN-KIS) di Aula Pemkab Bangkalan Selasa (14/01/2020).

Menurut Elke, pemangaksan jumlah penerima tersebut merupakan dampak dari kenaikan untuk golongan PBID ini yang awalnya dikenakan tarif iuran sebesar Rp 23.000 per bulan menjadi Rp 42.000 per bulannya yang dibayarkan oleh pemerintah.

“Ini merupakan antisipasi kita dari kenaikan iuran bagi peserta yang didaftarkan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo pengurangan penerima PBID itu dikarenakan anggaran yang tersedia di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tidak mampu membayar premi BPJS Kesehatan yang mengalami kenaikan dua kali lipat.

Baca Juga  Wakapolri Berikan Apresiasi Ops Patuh Candi 2020, Tidak Temukan Laka Menonjol

“Ini berkaitan dengan budget atau anggaran kita, karena ada kenaikan premi 100 persen itu,” ungkap Sudiyo,Selasa (14/1/2020) usai rapat koordinasi di Pemkab Bangkalan.

Loading...

Selain itu, mantan Kepala Puskemas Blega itu mengatakan, pengurangan kepesertaan BPJS Kesehatan PBID ini sebagai langkah awal Pemkab Bangkalan untuk melakukan verifikasi dan validasi (Verval) data agar benar-benar singkron.

Pihaknya bersama Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan bekerjasama untuk mencocokkan data yang terdaftar dalam basis data terpadu (BDT). Ditargetkan, Verval data itu selesai bulan Februari mendatang.

“Biar datanya valid, dan bantuan itu benar-benar tepat sasaran. Bulan Februari target selesai,” katanya.

Di Tahun 2020, Pemkab Bangkalan telah menganggarkan Rp 31 miliar untuk program PBID. Namun, kata Sudiyo, anggaran sebesar itu tidak cukup jika tidak dipaksa mengcover 155.038 penerima. Oleh karena itu, pihaknya mengurangi jumlah penerima program PBID.

Baca Juga  Preman Kampung di Surabaya Dibekuk Polisi, Bawa Pedang Panjang

Sudiyo mengutarakan, meski penerima program PBID dikurangi 90.038, beban anggaran yang harus ditanggung sampai bulan Desember 2020 sebesar Rp 33 miliar.

“Difisit Rp 2 miliar. Karena bulan ini kita tetap bayar (premi) Rp 6,5 miliar,” katanya.

“Makanya ada pengurangan. Karena kita tidak mampu mengcover kenaikannya premi itu,” tandas Sudiyo. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...

Tinggalkan Balasan