Pesan Moral Seni Tarian Ballet Dipadu Cerita Dongeng Berkarakter Penolong

193

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Premiere School of ballet (PSoB) Surabaya, sengaja gelar pertunjukkan koreografer tarian ballet yang menginspirasi penokohan film animasi karya dreamworks “Shrek” dan “The Firebird” di gedung seni cak Durasim Surabaya, Kamis (27/07/2017).

“Hiburan seni tarian ballet yang dimainkan 125 murid sekolah ballet Premier ini sengaja untuk mengapresiasi lulusan termuda (17) tahun Michelle Wiradinata dengan gelar ARAD, telah berhasil menuntaskan tingkat advanced 2 Royal Academy of dance,London,” ujar pendiri sekaligus owner PSoB Surabaya, Sylvia Panggawean.

Sylvia menambahkan suguhan apik koreografi ballet ini dibuat berbeda dari tampilan ballet yang sebatas operet musikal, banyak percakapan, nyanyian dan sedikit tarian. PSoB mengemasnya berdurasi 80 menit tarian full ballet yang dikombinasi ide cerita animasi lucu dan menghibur dan tersirat pesan moral dari penokohan karaktet film.

Yang menarik, kata Sylvia dari sekian ratus penari ballet usia 3,5 tahun hingga dewasa kompak membawakan tarian full ballet dengan kelincahan gerakan yang dibalut kostum unik dan ada yang mengenakan hijab.

Baca Juga  Belasan Poket Didapat Polisi dari Rumah Semolowaru

Diceritakan, sosok penokohan “Shrek” adalah machkuk jenis ogre, berbadan besar, tidak tampan dan sempurna dimainkan oleh perempuan jadi sosok pangeran baik hati, berjiwa penolong didalam cerita dongeng menyelamatkan putri Fiona di sebuah kastil tua yang dijaga seekor naga.

Untuk membantu sang putri, Shrek bersama tokoh animasi lain bernama Donkey dan Lord Farquaad melawan sosok naga dan machluk-machkuk dunia dongeng.

Loading...

Dari pertempuran lewat pertunjukkan tarian ballet diiringi musik ini, berlangsung seru sampai batas waktu matahari terbenam, shrek dan kawan-kawan harus menang dan membawa putri Fiona keluar dari kastil dan terbebas dari kutukan kembali menjadi putri cantik dan akhirnya timbullah rasa suka antara Shrek dan putri Fiona.

Di session kedua, kemasan unik tarian berjudul ” The Fierbird” juga membawakan tarian klasik dari Mikhail Fokine (1910) ynag dibawakan 22 murid senior pilihan PSoB. Pameran utama dengan peran dari Melisa Sugianto, S.Si ARAD (22) tahun ini mengkisahkan tentang seekor burung api yang punya kekuatan magis namun baik hati.

Baca Juga  Syaifuddin Minta Skema Pembiayaan Perpres 80 Direvisi

Cerita berlanjut, si Firebird ini suatu hari tertangkap Prince Ivanovich yang tersesat di hutan. Firebird bertemu dengan sosok manusia yang menyentuhnya sebagai penolong. Tak lama kemudian Firebird memberikan sehelai bulu sebagai rasa terima kasih telah menyelamatkannya.

Di tengah perjalanan, prince Ivanovich bertemu seornag putri cantik bernama Tsaverna dan terpikatlah menjadi pasangan bahagia dan berhasil membebaskan diri dari serangan oenyihir jahat yang menyandera putri-putri lain didalam hutan berkat bantuan Firebird yang baik hati.

Firebird berhasil membuat Prince lvanovich memecahkan telur milik Koschei, sehingga bisa membebaskan putri-putri yang tertangkap di dalamnya. Prince lvanovich pun bahagia, bisa hidup bebas dan bahagia bersama Tsarevna.

Tontonan konser koreografer ballet ini dihadiri undangan para keluarga pemain ballet dan ada juga dari sekolah ballet lain yang turut menyaksikan hingga selesai pertunjukkan.

Penulis :Kjt-01
Editor :Budi
Publisher:Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKapolda Jatim Himbau Tindak Tegas Pengusaha Nakal
Artikulli tjetërPolda Jatim Bongkar Penyelundupan Ribuan Benur ke Vietnam

Tinggalkan Balasan