SURABAYA (Kabarjawatimur.com) — Alat canggih setinggi 104 meter dengan fungsi untuk memadamkan api, kini dimanfaatkan sebagai alat untuk membersihkan Patung yang diakui belum pernah dibersihkan selama 25 tahun, yakni Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), yang terletak di Dermaga Madura Markas Komando Armada II

Pemerintah kota Surabaya mengerahkan dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan salah satunya, yakni Bronto Skylift.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Dedik Irianto menjelaskan, pertama – tama Bronto Skylift itu diletakkan di sisi samping kanan kemudian bergeser ke sisi belakang Patung Monjaya.

“Nah untuk sisi bagian muka kami tidak mendapat poin menempatkan Bronto Skylift karena berat kendaraan itu sudah 60 ton, sehingga kami tidak berani mengambil resiko,” ujar Dedik.

Baca Juga  Sasar Pelajar, Vaksinator AAL Suntikan 151 Vaksin Dosis Kedua di SMK Al-Fudlola Sidoarjo

Ia juga menceritakan proses pengalamannya saat melakukan pembersihan patung yang menjadi ikon dari TNI Angkatan Laut tersebut yang dilakukan menggunakan Bronto Skylift beserta tiga buah truk air milik Koarmada II sebagai penyuplai air sangat merata sampai pada lipatan – lipatan baju hingga seluruh organ patung lainnya.

Loading...

“Alhamdulillah dengan hati-hati kami lakukan penyemprotan dan sekarang sudah bersih 90 persen,” paparnya.

Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI Dr.Iwan Isnurwanto, S.H.,M.A.P.,M.Tr.(Han) mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang telah mengirimkan mobil Bronto Skylift untuk membantu membersihkan Patung Monjaya, sehingga proses pembersihan dapat dilaksanakan secara praktis dan cepat. Menurutnya, kegiatan pemeliharaan dan perawatan adalah hal penting yang dilakukan terhadap semua unsur bangunan yang ada di area Mako Koarmada II, termasuk Patung Monjaya.

Baca Juga  Gubernur AAL Cek dan Lepas Taruna Tingkat lV Ikuti Manlap Latopsfib 2021

“Monumen Jalesveva Jayamahe menggambarkan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimis untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia. Karenanya patut kita pelihara dan rawat sebaik mungkin sebab keberadaanya juga telah menjelma menjadi ikon TNI AL dan Kota Surabaya bahkan Jawa Timur,“ pungkasnya. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaRatusan Cucak Ijo Asal Balikpapan Coba Masuk ke Surabaya, Gagal
Berita berikutnyaPolisi Bekuk Copet Pasar TP Pagi Surabaya

Tinggalkan Balasan