Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Surabaya Manfaatkan 18 Lahan BTKD

30

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) — Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memanfaatkan sebanyak 18 lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) untuk perkuat ketahanan pangan selama pandemi Covid-19.

Adapun 18 lahan BTKD itu adalah BTKD Jambangan, Kelurahan Sumber Rejo, Sambikerep, Lakarsantri, Kelurahan Jeruk RW 03, Persil 12 RW 13 Kelurahan Kebraon, Rusun Warugunung, Kecamatan Wonocolo, Tambak wedi, Bangkingan, Kutisari Indah Utara, Kutisari Indah Utara VIII Dekat Pasar, Pakal Jalan Kauman, Taman Balas Klumprik, Wonocolo 2, Medokan Asri, Wonocolo 3, Medayu Kosaghra Rungkut.

“Tanaman pangan yang sudah kami tanam diantaranya ubi kayu, talas, ubi jalar, pisang, padi, jagung manis, sorgum, jagung bisi dan berbagai tanaman lainnya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang, Senin (30/8/2021).

Loading...
Baca Juga  Spesialis Pencuri Dompet Dalam Mobil Dibekuk, Pelaku Dua Orang Pria

Herlambang juga menjelaskan pada saat akan membuka lahan BTKD itu, DKPP melibatkan lurah, camat, LPMK dan juga masyarakat yang ikut terlibat pada tahap penanaman sehingga perlahan mereka banyak yang tertarik untuk mengelola lahan BTKD itu.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa yang akan mengelola beberapa lahan BTKD adalah warga. Sedangkan pihaknya hanya melakukan pendampingan dan pengecekan secara berkala, serta memberi benih dan pupuk. Dikabarkan juga, bahwa hasil panen akan dibagikan ke Warga sekitar.

“Jadi, kita berharap warga juga bisa bertani di Kota Surabaya, dan ini untuk ketahanan pangan kita ke depannya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakWalikota Surabaya Luncurkan ‘Usul Bansos’ Untuk Warga Surabaya
Artikulli tjetërSiswi MTs dan MA ASHRI Berprestasi di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan