Perkara Pupuk Ilegal Libatkan Oknum Kades Dilimpahkan ke Kejaksaan

44

Jember,(kabarjawatimur.com) – Kejaksaan Negeri Jember pada Senin, 23 Mei 2022,kemarin telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka perkara dugaan tindak pidana peredaran pupuk ilegal.

Kepala Seksi Pidana Umum I Gede Wiraguna Wiradarma, menyampaikan, perkara tersebut telah ditangani oleh tim jaksa.

Saat ini pihak kejaksaan sedang menyiapkan berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Tim jaksa saat ini sedang bekerja melengkapi berkas guna pelimpahan ke Pengadilan Negeri Jember. Dalam waktu dekat akan segera kami limpahkan,” ujarnya.

I Gede Wiraguna Wiradarma juga menyebutkan, ada dua tersangka dalam perkara tersebut. Keduanya adalah NK (58) warga Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari dan CS (42) warga Kelurahan/Kecamatan Simokerta, Kota Surabaya.

NK merupakan menjadi tersangka karena statusnya sebagai Direktur Utama PT Agro Unggul Jaya Makmur. Perusahaan itu yang memproduksi pupuk dengan merek NPK Union 16.

Baca Juga  Bu Nyai dan Kiai Kampung Antusias Memberi Dukungan ke Ganjar

Selain menjadi direktur, NK ini juga dikenal sebagai kepala desa setempat.

Sedangkan tersangka CS diketahui sebagai kepala produksi yang bergerak di bidang perdagangan eceran pupuk dan pemberantasan hama serta produksi pupuk organik dan pestisida.

Loading...

Kedua tersangka diduga melanggar pasal 122 juncto pasal 73 UU RI nomor 22 tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

Seperti diketahui pada bulan September 2021 hingga Februari 2022 keduanya disangka telah mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar atau tidak berlabel dengan merek NPK Union 16 dalam kemasan per sak 50 kg.

“Sebenarnya, tersangka sebelumnya telah mengajukan izin. Namun, izin untuk mengedarkan pupuk tersebut sudah habis terhitung sejak tanggal 14 April 2021,” ungkapnya, Sesala, 24 Mei 2022.

Baca Juga  Dinilai Aman, Polisi Turunkan Jumlah Personil Pengamanan Sidang MSAT

Meski izin berikutnya belum diajukan, mereka tetap mengedarkan pupuk. “Sampai saat ini izin itu belum diajukan lagi,” imbuh I Gede Wiraguna Wiradarma.

I Gede Wiraguna Wiradarma juga mengungkap, tersangka tidak ditahan oleh jaksa. Hal ini mempertimbangkan adanya pengajuan permohonan dari istri tersangka.

Selain itu, istri tersangka juga memberikan jaminan tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan tidak memengaruhi saksi-saksi di luar pengadilan.

“Tersangka juga masih menjabat Kepala Desa Bangsalsari, yang setiap harinya masih harus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Tersangka juga diwajibkan lapor setiap minggunya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakVonis 1,4 Tahun Penjara Shaylla Penjual Obat Bekas Covid Pikir Pikir
Artikulli tjetërDinkes Bojonegoro Himbau Antisipasi Hepatitis pada Anak

Tinggalkan Balasan