Perjuangkan Nasib 331 THL, Pimpinan DPRD Banyuwangi Akan Kembali Panggil Eksekutif Hingga Demonstrasi

6
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto dan Muhammad Ali Mahrus. (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) –  Keseriusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Jawa Timur, dalam memperjuangkan nasib 331 orang Tenaga Harian Lepas (THL) yang diputus kontrak dimasa pandemi, sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, para pimpinan dewan kompak akan memanggil kembali eksekutif hingga mengancam akan berdemonstrasi.

”Akan kita panggil lagi sebagai bentuk keseriusan kita untuk bisa membantu para THL. Karena dengan langkah tersebut kita bisa mengupayakan dan sekaligus meminta klarifikasi ada apa dan kenapa sampai saat ini kok belum tuntas,” ucap Wakil Ketua I DPRD Banyuwangi, H Muhammad Ali Mahrus, S.Hi, Minggu (30/5/2021).

Politisi PKB ini mengaku bingung dengan sikap dan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Karena terkait nasib 331 orang THL, sudah ada kesepakatan final antara eksekutif dan legislatif.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Mohammad Ali Mahrus (istimewa)

Menurut Mahrus, sapaan H Muhammad Ali Mahrus, S.Hi, eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, telah setuju untuk mengembalikan para THL yang diputus kontrak dengan format, mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Namun pada kenyataannya, kesepakatan hanya tinggal kesepakatan belaka. Dan sampai detik ini masih belum ada kejelasan dengan nasib para THL. Maka jangan heran, jika wakil rakyat selaku pengemban amanah aspirasi masyarakat merasa diabaikan oleh eksekutif.

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

“Kami mendesak kepada eksekutif untuk segera menuntaskan masalah THL. Apa artinya sebuah jabatan kalau ternyata tidak membawa dampak yang nyata bagi rakyat. Saat ini masyarakat kita dihadapkan pada kondisi dimana semuanya serba sulit, terlebih untuk urusan ekonomi. Jadi cobalah eksekutif cepat dan tanggap mengatasi persoalan ini, jangan hanya sekedar janji yang ternyata tak kunjung ada penyelesaian,” tegas Mahrus.

Loading...

Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Ketua II DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto. Bahkan politisi Partai Demokrat ini mengancam akan menggelar demonstrasi jika eksekutif tak kunjung mempekerjakan kembali 331 orang THL yang diputus kontrak dimasa pandemi.

Michael Edy Hariyanto. (Istimewa)

“Demi nasib THL akan saya lepas baju anggota dewan, saya akan berdemonstrasi,” ucapnya.

Kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dia juga meminta untuk tetap menggunakan hati nurani. Serta tidak serta merta percaya pada bisikan oknum tertentu. Karena bagaimana pun juga, 331 orang THL yang diputus kontrak, adalah masyarakat Banyuwangi. Yakni masyarakat yang wajib mendapat perlindungan dan pengayoman dari Bupati Banyuwangi.

Baca Juga  Wanita Tergeletak, Shelter Stasiun Kertomenanggal Mendadak Ramai

Pengusaha pemilik tempat wisata Alam Indah Lestari (AIL) Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, ini juga mengingatkan Bupati Ipuk bahwa pemerintah telah mengeluarkan imbauan terkait masa pandemi. Salah satunya, pemerintah meminta perusahaan swasta untuk menghindari melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karena dimasa pandemi situasi ekonomi sedang sulit. Dan masyarakat sangat membutuhkan gaji dari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Jika perusahaan swasta saja diminta untuk tidak melakukan PHK, masak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, justru melakukan PHK ditengah keterpurukan ekonomi masa pandemi?. Mari kita pakai hati nurani,” cetus Michael.

Selain akan memanggil kembali eksekutif dan mengancam akan berdemonstrasi, rencananya polemik pemutuan kontrak 331 orang THL Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yang dilakukan dimasa pandemi ini akan dibawa ke DPRD Provinsi Jawa Timur. Serta akan diadukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakMerasakan Joy Flight dengan Tim Garuda Terbang di Bandara Noto Hadinegoro Jember
Artikulli tjetërTak Bisa Tunjukkan Paspor, WNA India Dinyatakan Hakim PN Bandung Bersalah

Tinggalkan Balasan