Pergi ke Mushola, Ibu-Ibu Curi Tas Jamaah

26

SURABAYA (kabarjawatimur.com)-Kustina Budiyanti, pergi ke mushola bukannya melakukan ibadah tetapi malah melakukan pencurian, alhasil wanita 44,tahun tersebut harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Sukolilo Surabaya.

Warga asal Jl. Lebak Rejo 1 kel. Gading, Tambaksari ini memanfaat situasi Musholla yang sedang sepi, saat korban Aulia Karuma 21 tahun seorang mahasiswa sedang menjalankan ibadah sholat ashar di Musholla tehnik ITS.

Dalam menjalankan aksinya tersebut pelaku berhasil menggondol barang berharga milik korban berupa sebuah dompet yang berisi sebuah HP, uang 200 ribu rupiah, SIM C dan kartu ATM.

“Pelaku ini berpura-pura ikut melaksanakan sholat, tapi saat dilihat mushollah sepi pelaku langsung beraksi dengan mengambil barang-barang berhaga di dalam yang ditaruh di belakang korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukolilo AKP Simun kepada kabarjawatimur.com, Selasa (29/11/2016).

Baca Juga  Sayembara Design Logo Hari Jadi Sumenep Diperpanjang

Simun menambahkan, pelaku tersebut sepat lolos, namun terungkapnya kasus inil ketika korban lapor dan kemudian aggota Polsek Sukolilo melakukan olah TKP dan menemukan CCTV yang berada didalam mushollah tersebut.

Loading...

“Dari rekaman CCTV tersebut kami mengetahui ciri-ciri pelaku, petugas akhirnya melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku saat akan mengulangi aksi berikutnya,” imbuh Simun.

Kepada penyidik, pelaku ini mengaku sudah beberapa kali melakukan aksinya seperti seperti ini, sebelumnya pelaku tersebut melakukan aksinya di musholla Poltekes Kemenkes Gubeng Surabaya, pada Jumat (25/11/2016) lalu dengan korban seorang mahasiswa bernama Rika (20).

Pelaku kini di jebloskan kedalam tahanan,sementara di Polsek Sukolilo tidak ada tahanan perempuan maka ibu rumah tangga tersebut dititipkan ke tahanan wanita di Polrestabes Surabaya.

Baca Juga  3,5 Ton Beras dari Polrestabes Surabaya untuk Korban Gempa Cianjur

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamakn barang bukti berupa sebuah dompet milik Korban dan uang hasil penjualan HP Rp.600. 000, sebuah HP SIM C korban dan kartu ATM BN. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat pasa 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakMau Rapat, Guru Ditabrak Pengendara CBR Hingga Tewas
Artikulli tjetërDongkrak PAD, Sat Pol PP Sampang Kelolah Parkir

Tinggalkan Balasan