Percepatan Pencairan Bantuan Sosial Wilayah Bojonegoro

113

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro segera kebut proses validasi agar pencairan bisa secepatnya terselesaikan. Karena terdapat 2.718 anak yatim hingga kini masih belum menerima penyaluran bantuan sosial (bansos).

Dalam proses pencairan bansos anak yatim dilakukan dua kali. Saat ini mereka baru menerima separo dari dana yang dialokasikan, sisanya diberikan semester kedua. Setiap anak yatim akan menerima Rp 1,5 juta per tahun.

Tahap pertama diberikan Rp 750 ribu. Sisanya diterimakan pada tahap kedua. Total alokasi anggaran disiapkan Rp 10,2 miliar. Sedikit menurun dibanding tahun lalu mencapai Rp 11 miliar.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Dinsos Bojonegoro Murtiasih Fatimah menjelaskan, Saat ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi. Dinsos mengebut proses itu agar para penerima bisa segera mendapatkannya.

Baca Juga  Bupati Jember Minta Semua OPD Bergerak Demi Wujudkan KLA

‘’Saat ini masih kami kebut agar bisa segera cair,’’ jelasnya.

Dijelaskanya, Tahun ini jumlah anak yatim penerima bansos sebanyak 6.857 orang. Dari jumlah itu yang sudah cair sebanyak 4.139 orang. Sisanya sebanyak 2.718 anak belum menerima.

Loading...

Anak yatim menerima bansos maksimal berusia 15 tahun. Jika sudah melawati usia, bantuan akan dihentikan. Setiap tahun ada ratusan anak sudah keluar dari kriteria penerima. Namun, mereka digantikan anak yatim baru terdaftar.

‘’Kalau tahun ini baru terdaftar, baru akan menerima tahun depan,’’ katanya.

Mekanisme pencairan anggaran dua kali itu untuk mengantisipasi penggunaan anggaran agar sesuai peruntukan. Sehingga, anggaran tidak langsung habis.

‘’Memang diatur demikian agar bisa tepat penggunaanya,’’ ungkapnya.

Baca Juga  Merasa Terjebak, Ketua MUI Balongpanggang Turut Hadiri Pernikahan Manusia dengan Domba

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro  Ahmad Supriyanto meminta dinsos agar mempercepat pencairan bansos itu. Sehingga, anggaran bisa segera terserap.

‘’Khawatirnya nanti penyerapan anggaran tidak maksimal, kalau bisa harus dipercepat,’’ jelasnya.

Menurutnya, selama ini bansos bersumber dari APBD banyak digelontorkan.

“Bantuan-bantuan itu bisa membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu,” ucapnya.

Karena itu dia meminta dinsos benar-benar memvalidasi data penerimanya. Sehingga, tidak salah sasaran penerima. (*)

Reporter: Aziz.

Foto: Ahmad Supriyanto Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro.

Loading...
Artikulli paraprakGus Yahya Lakukan Peletakan Batu Pertama RSNU, Bupati Jember: Kami Siap Mendukung
Artikulli tjetërBojonegoro Laksanakan Kejuaraan Pra Porprov VII Jatim 2022 Cabor Pencak Silat

Tinggalkan Balasan