Ilustrasi wawancara wartawan

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Sejumlah wartawan mengaku kecewa atas perbuatan Camat Pesanggaran, Banyuwangi, Sugiyo Darmawan. Mereka merasa dilecehkan lantaran diiming-iming sejumlah uang dengan kompensasi menghentikan penulisan pemberitaan.

Yakni pemberitaan terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta indikasi beberapa tindak pidana korupsi yang mencatut nama Sugiyo Darmawan.

“Kami turun ke lapangan hanya untuk menjalankan profesi sesuai kaidah jurnalistik. Kami sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Camat Pesanggaran,” ucap Joko Prasetyo, salah satu wartawan, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga:Soal Dugaan Korupsi, Camat Pesanggaran Banyuwangi ‘Iming-Iming’ Uang Wartawan

Seperti diketahui, Camat Sugiyo Darmawan, pada tanggal 8 September 2021, telah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi. Pelapor adalah Subur Rianto, warga Dusun Krajan, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran. Dalam laporan camat diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta terindikasi melakukan tiga jenis tindak pidana korupsi.

Baca Juga  Ada yang Janggal dari Hasil Sidak Komisi I DPRD Banyuwangi
Loading...

Terkait anggaran rumah isolasi mandiri Covid-19 Kecamatan Pesanggaran, program rantang kasih dan anggaran operasional ambulance CSR PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Disebutkan, kejadian yang terkesan merendahkan profesi jurnalis ini terjadi pada Rabu kemarin (20/10/2021). Saat itu Joko bersama rekan seprofesi menemui Camat Sugiyo Darmawan. Tujuannya untuk melakukan wawancara agar pemberitaan berimbang atau Cover Both Side.

Baca Juga:Camat Pesanggaran Banyuwangi Dilaporkan Polisi Soal Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19

Namun apa yang didapat?. Joko Cs malah diiming-iming sejumlah uang. Selanjutnya diminta untuk menghentikan pemberitaan dengan dalih stabilitas serta kondusifitas masyarakat. Juga agar Camat bisa lebih fokus dalam menjalani proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga  Bersama Gubernur Jatim, Bupati Bojonegoro Nandur Mangrove di Banyuwangi

Atas kejadian ini, Joko bersama rekan se profesi mengaku sangat prihatin. Menurutnya, apa yang dilakukan Camat Pesanggaran, berpotensi merendahkan martabat profesi kuli tinta. Sebagai tindak lanjut, rencananya dia bersama rekan liputan akan mengadu ke Inspektorat dan organisasi pers. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaKomisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Susun Payung Hukum
Berita berikutnyaPengedar ‘Brewok’ Dibekuk, Ditemukan 19 Gram Lebih Kristal Putih

Tinggalkan Balasan