Perayaan Pelantikan Presiden Jokowi di Banyuwangi Gagal, Lokasi Kegiatan Dibakar

49
Tari Gandrung dalam Parade Merah Putih di Ijen

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Acara Parade Merah Putih dalam rangka perayaan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di Banyuwangi gagal dilaksanakan. Hal itu dikarenakan titik lokasi kegiatan rusak karena sengaja dibakar, pada Minggu (20/10/2019).

Setidaknya, 2.400 warga dari 4 Kabupaten dari Banyuwangi, Situbondo, Jember, dan Bondowoso akan menggelar parade Merah Putih di puncak Ijen dengan membentangkan bendera raksasa berukuran 80×40 meter.

Hingga berita ini ditulis, di kawasan Gunung Ranti masih terdapat kobaran api yang besar. Bahkan, api dikabarkan sudah merembet pada wilayah Gunung Ijen.

Pantauan kabarjawatimur.com pada Minggu (20/10/2019) dini hari, ribuan peserta yang hendak mendaki terpaksa harus balik kanan. Karena kobaran api di puncak sudah membakar pepohonan dan rumput kering hingga mencapai tepian jalan aspal.

Baca Juga  Pastikan Kwalitas Beras BPNTD, Camat Montong Tuban Lakukan Pengecekan

Anehnya, terbakarnya Gunung Ranti tersebut, terjadi beberapa jam sebelum Parade Merah Putih dilaksanakan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, berdasarkan asessment yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, sumber api berasal dari Wilayah adminsitrasi Bondowoso.

Loading...

“Sumber api dari Wilayah administrasi Bondowoso. Karena di wilayah itu sering terjadi pembukaan lahan dengan cara dibakar, sehingga merambat sampai ke Wilayah administrasi Banyuwangi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram, pada Sabtu (19/10/2019) malam.

Menurut Eka, BPBD sudah berkoordinasi dengan Perhutani KPH Banyuwangi Barat untuk melakukan sejumlah penanganan sehingga kebakaran hutan di Gunung Ranti tidak meluas.

Baca Juga  7 Gengster Pembacok Satpam di Pakuwon City Dibekuk Polres Perak

“Perhutani sudah menerjunkan petugas kebakaran hutan untuk mengeliminasi kobaran api, agar tidak meluas. Per jam 21.00 Wib kemarin, sudah dilaporkan mulai berkurang,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menerjunkan TRC BPBD untuk membantu peehutani sekaligus melakukan asessment dampak dari kebakaran hutan.

“Dari asessment yang dilakukan, sekitar 10 hektar lahan di Gunung Ranti yang terbakar. Bisa lebih karena ada beberapa spot titik api,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran hutan di Gunung Ranti ini sebenarnya rutin terjadi tiap tahun. “Jadi yang terbakar itu tanaman selasah, ranting dan rumput kering. Kemungkinan pada hari ini kebakaran sudah padam, ketika bahan bakarnya sudah habis,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakWanita ini Dibekuk Polda Jatim Bersama Puluhan Penjudi dan Penjual Miras
Artikulli tjetërBersama Puluhan Ribu Peserta, Kapolres Gresik Ikuti Parade Merah Putih di Surabaya

Tinggalkan Balasan