BLITAR (Kabarjawatimur.com) – Penyidik Satreskrim Polres Blitar unjuk kebolehan mengungkap kasus dalam lomba Olah TKP dan Upaya Paksa yang digelar oleh Ditreskrimum Polda Jatim. Para penyidik dari Satreskrim Polres se-Jawa Timur beradu skil olah TKP maupun mengungkap sebuah kasus kriminal.

“Hampir seluruh penyidik Satreskrim kami (Polres Blitar) ikut lomba. Tujuannya untuk melatih kemampuan anggota reskrim tentunya,” ujar Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi, pada Sabtu (09/11/2019).

Dalam lombanya, kasus yang diungkap cukup menarik yakni tentang pembunuhan bermotif asmara sesama jenis. Ceritanya, penyidik Satreskrim Polres Blitar menerima laporan seorang ibu yang kehilangan anak lelakinya. Selanjutnya, anak tersebut sudah beberapa hari anak tak pulang.

Begitu menerima laporan, polisi menganalisa jejak digital korban yang mengarah ke salah satu rumah. Kemudian polisi mendatangi lokasi terakhir berdasarkan rekam jejak digital korban.

“Kami memanggil unit K9 untuk mengendus baju korban yang belum dicuci. Kemudian kami mendatangi lokasi korban sesuai jejak digital. Kemudian K9 mengendus topi korban disitu, lalu menggonggong kearah belakang,” jelas Sodik.

Baca Juga  280 Pelajar Korban Covid-19 di Mojokerto Dapat Seragam Sekolah Gratis, 2 Jadi Anak Asuh

Saat diperiksa ke belakang, anjing K9 menggonggong ke sebuah bangunan cor. Penyidik lalu bertanya pada pemilik rumah yang ternyata tak tahu jika ada bangunan baru di belakang rumahnya. Di saat yang sama, penyidik juga menemukan ada ember bekas campuran semen di rumah itu.

Loading...

“Dengan beberapa kejanggalan tersebut akhirnya ibu pemilik rumah setuju, kemudian kita bongkar. Dan ternyata di dalam cor itu ada jasad seorang pria yang dilaporkan hilang. Disini kita pastikan kalau korban meninggal karena sengaja dibunuh,” ungkap Sodik.

Kemudian, lanjut Sodik, meminta untuk olah TKP dan mengamankan lokasi penemuan mayat. Pihaknya juga mengevaluasi setiap detail kejanggalan di sekitar lokasi. Hingga kemudian polisi menemukan nomor ponsel terduga pelaku.

Baca Juga  RHU Tandatangani Pakta integritas, Harus Taat Saat Boleh Buka

“Kita telusuri jejak digitalnya. Penyidik menangkap dan melakukan interogasi. Terduga pelaku bersama dengan pacar wanitanya. Keduanya mengakui jika korban sengaja dibunuh dan ditanam dalam cor,” ujar Sodik.

“Hasil pengembangan juga diketahui, terduga ini berperilaku seks menyimpang. Terduga ini biseksual. Selain punya pacar wanita, juga punya pacar lelaki yang kemudian dibunuh. Para pelaku juga membawa harta benda milik korban setelah dibenarkan dalam cor belakangan rumah,” tutur Sodik mengakhiri lomba.

Dalam lomba olah TKP dan Upaya Paksa yang digelar di halaman Mapolda Jatim tersebut berlangsung secara bergantian antar Polres jajaran.

Salah satu juri dalam lomba antar Satreskrim se Polda Jatim itu berasal dari Lemdiklat Pusdik Reskrim Mega Mendung.

Sekedar diketahui, ajang ini pamer skil mengungkap kasus untuk para penyidik Polres jajaran Polda Jatim. (*)

Reporter: Dwi Hari
Editor: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaUntuk Susu, Alasan Duda Anak 1 Lakukan Penggelapan
Berita berikutnyaDengar Orang Teriak, Setelah Di Cek Ternyata…

Tinggalkan Balasan