Penularan Virus PMK di Jember Meluas

69

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) –Penularan virus penyakit mulut dan kuku atau PMK belum dapat ditanggulangi. Tidak hanya menyerang ternak milik warga biasa, virus ini diduga juga menyerang sekitar sebelas ekor sapi milik kepala Desa Purwoasri.

Semua ternak itu mengalami gejala serangan virus. Terlihat jelas dari keadaan sapinya yang terus menerus mengeluarkan air liur dan malas makan.

Kepala Desa Purwoasri, Saiful Bahri yang juga sebagai pemilik ternak sapi, mengaku telah melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan hewan-hewan ternakmya itu. Bahkan sampai mendatangkan obat seharga Rp. 500 Ribu dari Madura namun belum ada hasilnya.

“Saya coba berikan telor, suntik dari dinas kesehatan ternak dengan biaya perekor 50 Ribu, diinfus karena tidak mau makan.

Tidak hanya obat kimia, Syaiful mengatakan telah memberikan ramuan jamu untuk menyembuhkan sapinya yang sakit. “Jamu yang dari madura dan lain lain akan tetapi belum juga sehat,” ujar Saiful Bahri.

Baca Juga  Umur Jembatan Klungkung Jember Bisa 100 Tahun

Meski belum mendapatkan kejelasan penyakit yang menyerang sebelas sapi miliknya itu, kades yang juga berprofesi sebagai pedagang sapi ini terancam mengalami kerugian.

Pasalnya hewan ternak yang mengalami sakit tidak akan laku dijual. Seandainya laku pun harganya sangat murah

Loading...

“Seumpama dijual harga sapi ini sangat murah dan kerugiannya sekitar 25 juta,” katanya.

Saiful kemudan berharap pemerintah daerah hingga pusat melalui instansi terkait segera mencari jalan keluar terkai penanganan virus tersebut

“Saya berharap kepada pemerintah untuk seceparnya memberikan solusi atau penanganan agar penyakit ternak sapi ini bisa teratasi,” tambahnya.

Wilayah Desa Purwosari sendiri adalah salah satu lokasi awal terdeteksimya serangan PMK. Beberapa waktu lalu petugas dari Balai Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Timur langsung datang untuk mengumpulkan sampel pemeriksaan ternak dari Desa Purwosari, Kecamatan Gumukmas dan Desa Curah Lele, Kecamatan Balung.

Baca Juga  Jambret HP Keok, Tak Sadar Terekam Kamera CCTV

Sementara Kabid Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, drh.Elok Kristanti saat dikonfirmasi mengatakan telah mengambil tindakan untuk pencegahan.

“Kami sudah melakukan banyak upaya, beberapa hari terakhir ini petugas kami di 8 puskeswan di kabupaten jember,”katanya.

“Melakukan kegiatan bersama polres, polsek setempat, koramil, penyuluh DTPHP, pihak kecamatan melakukan giat pencegahan dan pengendalian pmk di pasar-pasar hewan di Kabupaten Jember,” sambungnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakKunjungi Lapas Surabaya, Kakanwil Minta Jajarannya Dengarkan Keluhan Narapidana
Artikulli tjetërUpacara Peringatan Hardiknas, Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka

Tinggalkan Balasan