Penuhi Harapan Warga, Pemkab Bojonegoro Kembali Gelar Opsar Minyak Goreng

34
Warga Balen dalam operasi pasar minyak goreng

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, terus mendistribusi pasokan minyak goreng untuk warga di sejumlah desa melalui giat operasi pasar murah.

Kali ini, operasi pasar (Opsar) minyak goreng murah kembali dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Balenrejo dan Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Adapun kuota minyak goreng yang didistribusikan dalam Opsar tersebut adalah 4.000 liter untuk 2.000 KK, dengan pembagian Desa Balenrejo sebanyak 2.000 liter untuk 1.000 Kepala Keluarga (KK) dan begitu pula Desa Mulyoagung.

Camat Balen, Agus Raharjo mengatakan, adanya kegiatan operasi pasar murah tersebut, diharapkan bisa mengatasi kelangkaan minyak goreng diwilayahnya.

Baca Juga  Sembunyikan Barang Dalam Kamar Kost, Pria ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

“Opsar telah dilaksanakan sesuai prosedur dan informasi yang diterima.
Harapannya, kedepan ada penambahan jadwal lagi atau ada pemerataan ke desa-desa lainnya, karena masyarakat sangat mengharapkan pemerintah untuk hadir dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng yang saat ini terjadi kelangkaan,” ucap Camat.

Loading...

Selanjutnya, Agus menambahkan, di Kecamatan Balen sendiri ada 23 desa, sehingga jika nantinya memang ada penambahan kuota untuk desa yang lainnya, maka pemerataan kebutuhan akan minyak goreng bisa terwujud.

Sementara itu, Winarti, warga setempat yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga mengaku sangat gembira dan terbantu adanya operasi pasar minyak goreng di desanya.

“Senang sekali mas, walau minyak goreng ini hanya untuk masak sehari-hari, tapi adanya kegiatan ini sangat membantu saya, karena setiap masak pasti membutuhkan minyak goreng. Pokoknya senang sekali,” ujarnya.

Baca Juga  RAP Pembangunan Jembatan, Berikut Penjelasan Dana Dusun Jubellor

Disisi lain, warga juga mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar minyak goreng murah ini, karena mereka hanya membayar Rp 14 ribu per liter, sedangkan biasanya harga diluaran berkisar Rp 19 ribu.

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakWarga Desa Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik
Artikulli tjetërPT. Terminal Teluk Lamong dan Sidoarjo Training Center Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi BNSP

Tinggalkan Balasan