Penjualan Ikan Koi di Blitar Meningkat Sejak New Normal

78

BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Memasuki uji coba new normal di Kota Blitar, pelaku ekonomi mulai merangkak naik, salah satunya penjualan ikan koi Blitar sudah banyak pesanan dari luar kota, meski sebelumnya berhenti karena pemberlakuan PPKM darurat beberapa bulan kemarin.

Sejak sepekan ini, permintaan ikan koi mulai meningkat, mayoritas permintaan dari jawa barat dan jawa tengah. Hal tersebut disampaikan Tri Dayat Rahmuko Heri, salah satu pembudidaya ikan koi di kelurahan sentul, Kota Blitar, Selasa (19/10/2021).

“memang sejak ppkm level 1 ini permintaan ikan koi meningkat tajam, kita sampai kualahan melayani pembeli yang mayoritas dari luar kota,” pungkasnya.

Sementara, hampir dua bulan lebih penjualan tersendat akibat pandemi dan pemberlakuan PPKM. Namun kini dalam sehari bisa menjual dua hingga tiga kali pengiriman.

Baca Juga  Mendag: Side Events G20 Promosikan Keragaman Budaya dan Potensi Investasi Serta Pariwisata

“Alhamdulilah sekarang sehari bisa menjual 2 sampai 3 pengiriman, satu pengiriman bisa 20 ekor ikan koi,” terangnya.

Loading...

Dayat menambahkan, tidak hanya wilayah jawa barat, lokal pun juga banyak seperti malang, lumajang dan Surabaya. Untuk saat ini, kendalanya hanya minimnya setok ikan koi, pasalnya cuaca buruk yang menyebabkan ikan rentan terserang penyakit.

“Untuk petani budidaya ikan koi,saat ini harus tlaten, pasalnya cuaca buruk membuat ikan gampang terserang penyakit,” ujarnya

Namun, pihaknya terus berupaya memenui pesanan, karena lama sudah berhenti karena pandemi, untuk sementara dia bekerjasama dengan petani lainya agar kebutuhan permintaan ikan koi tetap lancar.

“Kalau saat ini, kalau bahas jumlah penghasilan masih belum bisa di kakulasi, pasalnya masih baru beberapa minggu ini bangkit setelah Kota Blitar percobaan uji coba new normal, yang pasti dalam sehari bisa kirim dua sampai tiga kali bisa mendapatkan 500 sampai 1 juta rupiah,” tutupnya. (*)

Baca Juga  Tiap Hujan Datang Wilayah Jember Banjir

Reporter: Gilang Bahtiar

Loading...
Berita sebelumyaCerita Pelanggaran HAM dalam Program Air Bersih Pulau Merah Banyuwangi
Berita berikutnyaResmi Level 1, Walikota Eri Ingatkan Warga Surabaya Tetap Patuhi Prokes

Tinggalkan Balasan