Penjual Nasi Bungkus Tertangkap Bisnis PSK Online

35

SURABAYA (kabarjawatimur.com ) – Agus Andreawan, warga Jl. Kutisari, Surabaya yang setiap harinya menjual nasi bungkus, namun kenyataannya pemuda 27 tahun tersebut juga nyambi menjual tubuh wanita 32 tahun ke laki hidung belang.

Tak tanggung-tanggung penjual nasi bungkus tersebut sudah menjajakan ST hingga 40 kali. Apes, ketika mengantar tamunya yang ke 40 ke tempat kos korban berinisila ST di Jl. Dukuh Kupang, pelaku ditangkap oleh Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Mengatakan, pelakunya berhasil mengamankan berdasarkan dari laporan masyarakat, tetang adanya protitusi terselebung ditempat kos daerah Dukuh Kupang . Ketika ditindak lanjuti informasi tersebut terbukti.

Baca Juga  Venue Porprov di Jember 80 Persen Siap

“Saat dilakukan penggerebekan di sebuah kamar kos milik ST, didapati korban tengah melayani seorang lelaki hidung belang,” jelas AKBP Shinto kepada kabarjawatimur.com, Jumat (18/11/2016).

Loading...

Modus trafficking yang dilakukan tersangka, yaitu dengan cara memasarkan korbannya melalui jejaring sosial Facebook (FB). Untuk tarif agar korban bisa melayani tamunya,
tersangka mematok harga sebesar 700 ribu sampai 1,5 juta untuk sekali kencan.

“Tersangka meminta keuntungan Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu dari tarif tersebut,” tambah Shinto.

Kepada Polisi yang memeriksanya, pelaku mengaku jikalau praktek tersebut baru berjalan satu bulan dan tamu yang sudah dilayani oleh korban sudah sebanyak 40 orang hidung belang.

Baca Juga  Kodim 0824, DP3KB Jember dan BKKBN Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Tekan Angka Stunting

“Saya baru kenal satu bulan. Awalnya korban minta sendiri untuk dicarikan pelanggan. Korban sendiri tidak punya FB, jadi minta bantuan ke saya,” aku tersangka kepada penyidik.

Tersangka kini dilakukan penahanan oleh Polisi, dan tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21/2007 tentang perdagangan orang serta Pasal 296 KUHP tentang ikut serta atau mempermudah perbuatan cabul. Tersangka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPungli Pelabuhan Gilimanuk, Khusus Untuk Angkutan Penumpang Orang
Artikulli tjetërTidak Mau Memasak, Istri Siri Dilempar Teko

Tinggalkan Balasan