Penjaja Seks Online Bertarif Rp. 500 Ribu di Kediri Terungkap

47

KEDIRI, (Kabarjawatimur.com) – Lagi -lagi prostitusi online kembali terungkap. Kali ini terjadi wilayah hukum Polres Kediri. Ironisnya penyakit masyarakat yang sering mewabahi berbagai kalangan ini terjadi tengah masyarakat Kediri yang dikenal tertib dan taat hukum.

Kali ini pelakunya dengan inisial MS (20) warga Mantren Desa Tengger Kidul Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

MS disinyalir sebagai mucikari. Pri separo baya ini berhasil diamankan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri. Tersangka terbukti sedang melakukan transaksi portitusi online di sebuah hotel di Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Rabu (27/11/2019).

Sedangkan wanita berinisial ND sebagai pekerja seks yang dijajakan MS kepada lelaki hidung belang beralamatkan Desa Katerungan Kecamatan Krian Sidoarjo.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar membenarkan bahwa anggotanya berhasil mengamankan tersangka yang diduga terlibat dalam kasus prostitusi online.

Baca Juga  Mas Yusuf Blusukan ke Pasar Subuh Sumberwadung

“Anggota kami dari Unit PPA berhasil mengamankan tersangka. Tentunya ini berkat infromasi dan laporan dari masyarakat yang resah dengan praktek asusila ini,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar. Rabu (27/11/2019).

Gilang mengungkapkan, penangkapan itu bermula saat anggotanya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang maraknya praktik prostitusi online di kawasasan Kampung Inggris Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Loading...

Kemudian dilakukan penyelidikan dan ternyata benar ada praktik tersebut selanjutnya petugas melakukan penggrebekan hari Kamis, 21 November 2019 pukul 23.30 WIB terdapat pasangan bukan suami istri.

“Korban dipekerjakan oleh mucikari secara online kawasan Kampung Inggris dengan tarif Rp. 500.000,- yang dari hasil transaksi tersebut disetorkan kepada mucikari sebesar 20% atau Rp. 100 ribu. Selanjutnya pihak kepolisian mengamankan mucikari beserta barang bukti,” ungkapnya.

Baca Juga  Ibu-Ibu Ipuk Lovers Deklarasikan Dukung Ipuk-Sugirah

Menurut keterangan ND, dia disalurkan muncikarinya melalui whatsapp. Dari kajadian tersebut petugas berhasil amankan barang bukti diantaranya, 1 unit HP merk Vivo type Y12 warna hitam, 1 unit HP Smartfren Andromax warna hitam, 1 unit HP Lenovo warna hitam,Uang tunai Rp. 400.000, Uang tunai Rp 100 ribu, 1 kotak kondom merk Durex; 1 buah bungkus kondom bekas merk Durex dan 1 buah kondom bekas.

“Tersangka saat ini kita kenakan Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP “barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Prastowo

Loading...

Tinggalkan Balasan