Penipuan Berkedok Arisan Lele Dibongkar, Korban Masih Banyak yang Belum Lapor

79
Polres Magetan
Kapolres Magetan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha menunjukkan barang bukti milik tersangka Yunita.

MAGETAN (Kabarjawatimur.com)
Modus penipuan berkedok arisan lele yang dilakukan Yunita, warga Kabupaten Magetan dengan kerugian sementara puluhan juta, dibongkar jajaran Satreskrim Polres Magetan. Sebab, masih banyak korban yang belum melapor. Padahal, korbannya mencapai ratusan orang.

“Kalau korbannya warga Kecamatan Maospati dan Kartoharjo. Namanya adalah lelang arisan atau dikenal dengan sebutan arisan lele,” ujar Kapolres Magetan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Kamis (30/12/2021).

Modusnya, kata dia, Yunita ini membuat status di WhatsApp bahwa ada pembukaan arisan sebesar Rp500 ribu. Nanti yang ikut arisan tersebut akan mendapatkan uang Rp700 ribu.

“Jaraknya seminggu. Jadi umpama tanggal 20 itu korban memberikan uang Rp500 ribu, nanti tanggal 27 korban mendapatkan Rp700 ribu,” katanya.

Baca Juga  Arena Judi Burung Dara Bogen dan Karanggayam Digrebek

Selain itu, kata dia, juga ada keuntungan yang didapatkan member lain jika mendapatkan member baru. Akan tetapi tidak berlangsung lama. Hanya bertahan 1 tahun.

Loading...

“Karena akhir-akhir ini, tidak ada orang tertarik. Jadi macet, pelaku tidak bisa membayarkan member yang terlanjur masuk,” tambahnya.

Dari informasi yang didapat, AKBP Yakhob mengaku bahwa korbannya sebenarnya ada ratusan. Bahkan beberapa member sempat mendatangi Mapolres Magetan.

“Tetapi tidak melapor. Mereka hanya meminta uang kembali. Sedangkan pelaku sudah tidak ada uang. Karena uang tersebut sudah habis untuk membiayai hidup sehari-hari,” urainya.

Dia menjelaskan, yang resmi melapor baru 3 member. Dengan total kerugian Rp82,9 juta. Sedangkan yang lain belum melapor.

Baca Juga  Pelantikan KAI Jatim, Maraknya Penyalahgunaan Wewenang Advokat Jadi Salah Satu Titik Tekan

“Kalau yang melapor itu ada yang kehilangan uang Rp 8,8 juta, Rp 7,2 juta dan Rp 66 juta lebih,” bebernya.

Barang bukti yang disita adalah beberapa lembar bukti transfer. Juga rekening atas nama pelaku.

“Pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. 4 tahun penjara ancamannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Gita
Editor: Boy Elyas

Loading...
Berita sebelumyaHendak Belok, Mobil Avanza Tercebur Selokan Air
Berita berikutnyaPemkab Bojonegoro Memberikan Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi

Tinggalkan Balasan