Pengidap HIV/AIDS di RSUD Syamrabu, Ditelantarkan Keluarga Tak Kunjung Dijemput Dinsos

144
Kondisi Mastiyah Hamidah Di ruang Rumah Sakit

BANGKALAN (Kabarjawatimur.com) – Mastiyah Hamidah (60) tergeletak lemas di ruang perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan. Sudah 7 hari warga Kelurahan Pejagan itu dirawat oleh Dokter Specialis RSUD. Malangnya, Hamidah tak bisa pulang ke rumahnya lantaran penyakit yang dideritanya.

Ya, Mastiyah mengidap HIV/AIDS sejak tahun 2016. Beberapa dokter dan tempat berobat telah berupaya menyembuhkan ibu lanjut usia (lansia) itu. Akibat virus HIV/AIDS yang diderita, Mastiyah tak dikehendaki keluarganya. Sebelum dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan, Mastiyah sempat menjalani perawatan medis RS Dr Soetomo Surabaya.

Namun, sejak tak diurus keluarganya, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan kemudian memulangkan Hamidah ke liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) di Keputih Surabaya, lalu diantarkan ke rumahnya, ternyata keluarga tak mau dan diserahkan ke Dinas sosial Bangkalan.

Namun, sejak Jum’at (22/11/2019) dini hari lalu, Mastiyah kembali menjalani perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan karena menderita diare.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

Kepala Ruangan Irna B RSUD Syamrabu Bangkalan Siti Hamidah menyampaikan, meski pasien sudah tak diurus oleh keluarga, pihaknya tetap memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk kesembuhan pasien.

“Pasien masuk ke rumah sakit diantar Dinsos Bangkalan,” katanya, Kamis (28/11/2019).

Loading...

Siti Hamidah menjelaskan, kondisi pasien sudah semakin membaik dan dapat dibawa pulang sejak Senin (25/11/2019) kemarin. Akan tetapi, pasien tetap dirumah sakit lantaran tak memiliki tempat tinggal atau panti yang bisa merawatnya.

“Sebenarnya sudah bisa dipulangkan,” tambah dia.

Anisa Azahra Dokter Spesialis yang menangi Mastiyah menuturkan bahwa kondisi medis pasien sudah membaik dan bisa rawat jalan melalui poli klinis.

“Alhamdulilah pasien sudah membaik, pasien ini lo makan duduk, tersenyum lebar,” ujarnya.

Anisa mengatakan, virus HIV/AIDS yang diderita Mastiyah memang tidak sembuh total. Namun, pengobatan anti virus kepada pasien tetap diberikan.

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

“Kalau penyakit dasarnya B20 itu tidak bisa sembuh, sayangnya pasien tak kunjung dijemput oleh Dinas Sosial Bangkalan,” tambah Anisa.

Sementara itu Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Bangkalan Ahmad Riyadi mengatakan pihaknya tidak bisa menelantarkan Mastiyah.

Bahkan kata dia, Dinsos pertama kali yang mengambil tindakan agar Mastiyah dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan lantaran menderita penyakit diare. Ahmad menyebut bahwa keluarga Mastiyah tidak mau merawatnya lagi, sehingga Dinsos Bangkalan mengambil tindakan.

Saat ini, kata Ahmad, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk membawa Mastiyah ke panti.

“Saya cari panti untuk Bu Mastiyah ini, karena di Jatim tidak ada untuk penyakit ini,” katanya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakKapolrestabes Makassar Pimpin Patroli Skala Besar, Ratusan Motor Balap Liar dan 4 Wanita Diamankan
Artikulli tjetërSeorang Pria di Banyuwangi Tega Bacok Saudara Iparnya dengan ‘Kapak’

Tinggalkan Balasan