Pengelola Kafe Sempat Masturbasi Usai Membunuh dan Menelanjangi Korban

12
Foto: Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintor didampingi Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto saat menunjukkan tersangka besera barang buktinya.


GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Tak hanya terbilang sadis karena tega membunuh teman wanita semasa kecilnya, Shalahuddin Al Ayyubi (24) warga Perumahan Banjarsari RT01 RW01, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, juga berbuat asusila terhadap korban.

Pengelola ‘Kafe Penjara’ samping Rutan Kelas II B Cerme-Gresik ini juga tega menelanjangi korban yang sudah tidak bernyawa. Bahkan, dia juga menyempatkan diri untuk mastubasi dan mengeluarkan spermanya di alat kelamin korban.

“Setelah dibunuh, korban lalu dipelorot (dilepas) celananya oleh pelaku. Melihat korban yang sudah tidak bernyawa, pelaku lalu melakukan masturbasi dan mengeluarkan spermanya ke area kelamin korban,” ungkap Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Rabu (11/9/2019).

Usai melampiaskan libidonya, lanjut Wahyu, pelaku lalu menyempatkan mandi terlebih dahulu. Setelah itu pelaku mengambil perhiasan berupa cincin dan gelang emas yang menempel di tubuh korban.

“Pelaku juga mengambil HP merk Xiomi, dompet dan kunci motor korban. Tapi motornya masih dibiarkan tergelatak di kafe. Sebelum kabur dia mandi dulu di kafe tersebut,” ujar Wahyu.

Dari keterangan tersangka, dia mengaku memiliki hutang sebesar Rp 5 juta yang harus segera dibayar. Merasa terlilit hutang, tersangka lalu membujuk korban agar mampir jika melintas di kafenya.

“Kata-kata yang disampaikan kepada korban, yakni ‘kalau lewat kafe mampir ya. saya mau ikut numpang motor’. Begitu korban mampir, pelaku lalu memeluk tubuh korban dari belakang dan berkata ingin menjual HP korban,” paparnya.

Karena sempat berontak, pelaku akhirnya panik lalu menghabisi nyawa korban. Kala itu, korban hendak berencana mengubur jasad korban di belakang kafe, namun niat tersebut diurungkan karena tidak tega.

Seperti diberikan sebelumnya, Shalahuddin Al Ayyubi (24) tega menghabisi nyawa Hadryil Choirun Nisa’ (25) warga Dusun Ngering RT02 RW01 Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, yang tak lain teman sema kecil.

Korban yang pernah bekerja di kafe pelaku ini lalu dikuras hartanya. Korban dibunuh dengan cara dicekik lehernya dan dibekap mulutnya hingga menghembuskan nyawa yang terakhir.

Atas perbuatan itu tersangka akan dijerat pasal berlapis, yakni pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup. (*)

Reporter: Azharil Farich

Tinggalkan Balasan