Penganiaya Wanita Cantik di Surabaya Bukan Timses Cawali Solo, Pelaku Sering Pamer Wanita Lain

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Tersangka RZ, pelaku penganiayaan terhadap wanita cantik di Surabaya resmi ditahan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, setelah dibekuk pada, Jumat (23/10/2020).

Korbannya, wanita cantik itu bernama Anggriani Chintami Ayu Lestari (32). Dia adalah pacar pelaku yang baru dikenal selama 2 bulan lamanya.

Kepada Polisi, korban menjelaskan jika pelaku yang merupakan bapak dua anak itu saat itu bertemu dalam kamar dan membahas perempuan didepannya.

“Karena bahas wanita lain, lalu saya emosi,” kata korban.

Bahkan setelah terlibat cekcok, korban ini disekap selama 10 hingga 15 menit sesudah kejadian pemukulan dan korban dikurung dalam kamar.

Bahkan, pria yang dua bulan baru dikenalnya itu mengaku Timses dan kerap menakut-nakuti keluarga korban serta mengintimidasi. Pelaku juga mengaku ketua BUMN di Jawa Timur sewaktu kali pertama kenal.

Pelaku sendiri mengaku jika dirinya bukanlah Timses calon Walikota Solo. Foto pelaku dengan calon, dia dapatkan sewaktu main lalu foto dengan calon walikota Solo.

“Awalnya, saya tanya HP saat itu sudah dibanting dan dompet saya disembunyikan oleh korban,” aku pelaku.

Peristiwa terhadap Anggriani itu terjadi di Apartemen Royal City Loft pada, Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi, Kamis (15/10/2020), sekitar pukul 22.00 WIB, RZ dan Anggriani masuk ke apartemen.

Loading...

Setelah bertemu dan saling ngobrol, tak lama kemudian terjadi cekcok antara korban dengan tersangka. Karena kesal sering dipameri wanita idaman lain hingga korban kesal dan sptontan membanting handphone milik tersangka.

Namun diluar dugaan korban, tersangka RZ memukul wajah korban bertubi-tubi dengan tangan mengepal hingga mata korban sebelah kanan mengeluarkan darah dan korban terjatuh ke lantai.

Sementara, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo menegaskan jika pelaku penganiayaan itu adalah bukan sebagai Timses salah satu calon Walikota yang ada di Solo.

“Kami tegaskan bahwa pelaku adalah bukan sebagai salah satu Tim Sukses Pasangan calon yang ada di kota Solo.

Kita luruskan bahwa pelaku ini tidak ada sangkut-pautnya dengan Tim Sukses salah satu pasangan calon yang ada di Solo,” sebut AKBP Hartoyo, Sabtu (24/10/2020).

Lanjut Wakapolres, dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan tidak pernah masuk dalam jajaran hanya mengaku-ngaku saja dan bisa pastikan bahwa yang bersangkutan atau pelaku ini bukan masuk dalam Tim Sukses salah satu pasangan calon Pilkada yang ada di kota Solo.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah rekaman CCTV, kemudian Visum et Repertum dari korban. Polisi memastikan perkara tersebut akan berlanjut.

Pelaku akan dijerat pasal 333 ayat 1 KUHP dan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 8 tahun penjara.(*)

Reporter : Eko

 

Loading...
Berita sebelumyaWarna-Warni Ikan di Desa Kluncing Bikin Yusuf Widyatmoko Takjub
Berita berikutnyaWakil Ketua Komisi III Apresiasi Bareskrim Polri Ungkap Penyebab Kebakaran Kejagung

Tinggalkan Balasan