Pengacara Suwandi Angkat Bicara, Pertanyakan OTT Kliennya

159

MALANG (kabarjawatimur.com) Suwandi, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang yang di copot Bupati Malang, Rendra Krisna karena kasus pemerasan kini meradang.

Melalui penasehat hukumnya, Suwandi mengungkapkan pemberitaan tentang dirinya yang tertangkap tangan dalam OTT yang dilakukan Polres Kota Malang.

“Klien kami tidak seperti yang diberitakan dan bukan tersangka OTT. Kalau OTT, maka Polisi mestinya menangkap kedua belah pihak dan memeriksa kedua belah pihak tetapi dalam kasus ini polisi hanya menangkap seorang saja,” ungkap Iwan Kuswardi yang tergabung dalam Iwan&Partner saat Press Release di rumahnya di Jalan Mayang, Kota Malang, Kamis (10/11/2016).

Dikatakan Iwan, sebelum ditangkap ada seseorang yang akan menyerahkan sejumlah uang. Berdasarkan laporan itulah polisi bergerak menangkapnya.

Baca Juga  Lahan Makin Menyusut, Pemuda Jangan Gengsi Jadi Petani

“Hingga sampai ke rekan-rekan media kalau kliennya ditangkap dalam OTT padahal tidak, karena ada laporan,” ujarnya.

Dan sebelum melakukan penangkapan, sehari sebelumnya, kliennya ini didatangi oleh Hendrianus dengan diantar oleh NH salah sati Kabid di BKD Kabupaten Malang.

Loading...

“Tujuannya adalah untuk meminta tolong pada Suwandi mendapatkan SK penempatan titipan sementara soal kepindahannya dari Kabupaten Malawi ke Kabupaten Malang. Sebelumnya Suwandi mendapat laporan kalau korban ini sudah menyetorkan uang hingga Rp. 39 juta pada NH. Merasa kasihan iapun membantu mengurus surat,”jelasnya.

Saat datang ke kantornya, Hendrianus dan Nuril membawa sesuatu namun di tolak oleh kliennya. Dan disuruh besok dan diminta ke kantornya.

Baca Juga  Pria Asal Setro Ditangkap dalam Perkara Pengedar Narkotika

“Namun Selasa (25/10) Hendriatus ditunggu namun tidak datang justru ia ke rumah pak Wandi. Kemudian ditemui dan pelapor ini menyerahkan sesuatu kemudian pergi dan saat itulah polisi masuk menangkapnya”, imbuhnya.

Ditanya awak media, apakah lawyer Suwandi akan memperkarakan kasus penangkapan polisi, Iwan mengaku masih akan membicarakan dengan keluarga.

“Namun tidak menutup kemungkinan itu akan dilakukan” tandasnya.

Seperti diberitakan, Suwandi ditangkap polisi di rumahnya dengan barang-bukti Rp 3 juta.

Penulis: Mas Aris, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKompol Machmud Kedepankan Humanis Untuk Amankan Wilayah
Artikulli tjetërGagal Beraksi, Dua Spesialis Pecah Kaca Dibekuk

Tinggalkan Balasan