Pendukung Faida Marah Banner Dukungan Diturunkan Bawaslu

485
Aksi pendukung bupati petahana di kantor Bawaslu Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Massa pendukung Faida memprotes tindakan Bawaslu Jember menurunkan baliho dukungan atas aktifnya Faida dari cuti kampanye.

Massa yang emosional mendatangi kantor Bawaslu di Kecamatan Kaliwates, Jember untuk meminta klarifikasi. Karena tidak digubris, mereka kemudian dengan sepihak memasang kembali banner serupa di tempat yang sama.

Peristiwa bermula ketika Bawaslu sejak Minggu (06/12/2020) mulai menertibkan alat peraga kampanye (APK) di berbagai sudut kota. Sebab, sesuai aturan, masa kampanye telah berakhir pada Sabtu (05/12/202).

Bupati Jember, dr Faida yang sebelumnya cuti kampanye, juga telah mulai aktif berkegiatan di rumah dinas bupati, Pendopo Wahyawibawagraha pada Minggu (06/12/2020).

Nyaris semua APK dari tiga paslon yang berlaga di Pilkada Jember 2020, ditertibkan oleh Bawaslu secara merata. Termasuk, dua banner berukuran besar yang terpasang di dua titik strategis, yakni Jalan Gajah Mada dan depan rumah dinas bupati. Banner berukuran 8 kali 5 meter itu baru dipasang pada Jumat (04/12/2020) malam, dan berisi ucapan selamat untuk Faida yang kembali aktif sebagai bupati.

Di dalamnya juga berisi sindiran untuk pihak-pihak bupati Faida telah dipecat dari jabatannya. Dalam banner tersebut juga tertera pihak yang memasang, yakni salah satu elemen massa pendukung paslon Faida-Vian yang dipimpin oleh Mulyono alias Cak Mung.

“Kita tetap menganggap ini APK, karena di dalamnya terkandung citra diri (foto) yang itu masuk dalam APK berdasarkan UU dan Peraturan Bawaslu RI,” ujar Imam Thobrony Pusaka, Ketua Bawaslu Jember, saat dikonfirmasi pada Minggu (06/12/2020) petang, usai mencopot banner.

Baca Juga  Lamongan Gelar Festival Ekonomi Kreatif Bagi Pelajar

Selang beberapa jam kemudian, ratusan massa yang menamakan diri Brigade (Barisan pendukung Faida – Vian) mendatangi kantor Bawaslu Jember. Mereka dipimpin oleh Cak Mung alias Mulyanto, sebagai pemasang banner raksasa tersebut.

Informasi adanya kedatangan massa Faida ini kemudian mendorong David Handoko Seto, anggota DPRD Jember yang selama ini dikenal vokal terhadap bupati, untuk datang menyusul ke kantor Bawaslu Jember.

David yang juga anggota Pansus Pilkada DPRD Jember di depan massa menegaskan, langkah yang dilakukan Bawaslu Jember sudah tepat, karena dilakukan secara merata ke seluruh paslon. Namun penjelasan itu tetap tidak diterima oleh massa.

Loading...

“Apa salah kami memasang baliho ucapan untuk bupati kami. Itu bukan APK, kenapa dicopot tanpa izin ke kami,” ujar massa dengan nada emosi.

Massa yang marah nyaris memukul David dan pihak Bawaslu Jember yang menemui mereka. Beruntung, polisi bertindak cepat untuk melerai dan menenangkan emosi massa. Kelompok pendukung Faida ini kemudian membubarkan diri.

“Kami akan bawa masalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) di Jakarta,” ujar Cak Mung.

Sepulang dari kantor Bawaslu Jember, massa pendukung Faida kembali memasang banner dengan isi dan ukuran serupa di 2 tempat yang sama. Kabar pemasangan secara sepihak ini dengan cepat menyebar melalui media sosial.

Baca Juga  Duh, Oknum Anggota Satpol PP Kota Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan

Akibatnya, ratusan massa pendukung paslon nomor urut 02, Hendy-Firjaun datang ke depan pendopo. Mereka meminta agar banner berisi foto Faida itu diturunkan kembali oleh Bawaslu.

“Kalau mereka pakai tekanan massa, kami juga bisa. Kami bawa ratusan orang ini,” ujar Baiquni Purnomo, pemimpin massa pendukung paslon 02.

Namun mereka memilih tidak menurunkan secara sepihak karena menghormati aparat yang berwenang. Mereka kemudian berjaga di depan pendopo hingga menjelang pagi.

“Kami berjaga karena mendapat info, bahwa akan ada bansos pakai APBD yang akan dibagikan dari pendopo ke titik-titik tertentu, menjelang coblosan. Bansos tersebut di simpan di gudang yang terkunci sejak sebelum petahana cuti,” lanjut Gus Baiqun, panggilan karibnya.

Hingga berita ini diturunkan, banner berisi foto Faida masih terpampang di titik strategis di kota Jember. Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobrony Pusaka melalui pernyataan tertulisnya menyatakan, pencopotan akan dilakukan pada Senin (07/12).

“Kita akan berkoordinasi juga dengan Polres Jember untuk pencopotannya,” ujar Thobrony.

Ketegangan terjadi hingga dini hari. Sejumlah massa pendukung Bawaslu dari berbagai elemen hingga subuh berada di kantor Bawaslu.

Massa dari GRJ (Gerakan Reformasi Jember) dan Pemuda Pancasila tersebut meminta dan mendukung pihak pengawas pemilukada tersebut untuk melakukan pembersihan baliho yang kembali terpasang.

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprak6 Pengikut Rizieq Shihab Todongkan Senpi dan Sajam Ditembak Mati
Artikulli tjetërViral Video Warga Tangkap Timses Paslon Yang Sebar Uang

Tinggalkan Balasan