Pencari Jerami Tewas di Persawahan

18

BOJONEGORO(Kabarjawatimur.com),-Seorang warga Kecamatan Balen bernama M Syuhadak (39) ditemukan meninggal dunia di persawahan turut Dusun Kalipang Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, sore hari ini, Selasa (13/12/2016) sekira pukul 13.00 WIB.

Syuhadak yang saat itu memakai kaos lengan panjang warna hijau, celana panjang komprang warna hijau tua, tengah mencari jerami atau damen untuk pakan ternak miliknya.

Diketahui, M Syuhadak (39) adalah warga Dusun Barek RT 05 RW 02 Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Menurut keterangan saksi kejadian, Suroso (60) warga Dusun Santren Desa Bendo Kecamatan Kapas yang sempat menyaksikan korban masih hidup, mengatakan bahwa korban sama-sama mencari jerami seperti dia di persawahan itu yang kebetulan sedang panen padi.

Suroso mengaku sempat menyaksikan korban memikul sebongkok jerami dari tengah sawah menuju ke tanggul. Jarak tengah sawah hingga tanggul kurang lebih 250 meter.

Baca Juga  Koni Bangkalan Evaluasi Cabor Tak Penuhi Target Porprov

Setibanya di tanggul, Suroso beserta teman-teman lainnya sesama pencari jerami menyaksikan korban beristirahat dengan posisi duduk menghadap ke selatan. Namun tiba tiba korban roboh selonjor hingga terlentang kepala di sebelah utara.

Karena khawatir, ketiga saksi berinisiatif mendekati korban dan melihat korban dalam keadaan bernapas tersengal sengal.

Loading...

“Setelah itu korban tidak bergerak, selanjutnya saksi minta tolong kepada warga yang mengusung gabah ke pemukiman warga agar memberitahukan kepada Kepala Desa Sukowati tentang kejadian itu,” kata Kapolsek Kapas AKP Ngatimin.

Kades Sukowati yang sempat mengecek di tempat kejadian langsung menghubungi Polsek Kapas. Setengah jam kemudian, petugas Polsek Kapas bersama mendatangi TKP untuk menindaklanjuti.

Baca Juga  Warga Desa Dayukidul Kecamatan Kedungadem Keluhkan Galian C

Setelah melakukan oleh TKP, polisi membawa jenazah korban ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.

AKP Ngatimin bersama anggota Polsek Kapas serta Tim Identifikasi dari Polres Bojonegoro mengawal pemeriksaan visum luar yang dipimpin dokter Sarjono.

Korban yang memiliki tinggi tubuh 150 cm, rambut hitam lurus panjang 4 cm itu dinyatakan meninggal bukan karena menjadi korban kekerasan.

“Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Korban meninggal diduga kelelahan mengalami serangan jantung,” imbuh Kapolsek Kapas.

Pihak keluarga menerima kejadiana tersebut sebagai musibah dengan menandatangani surat pernyataan tidak akan melakukan tuntutan, dengan disaksikan kepala desa tempat tinggal korban. Jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Reporter: Agus Kuprit, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakHajar Tetangga Pakai Paving Berujung Bui
Artikulli tjetërTersambar Petir di Sawah, Nyari Tewas Seketika

Tinggalkan Balasan