Penambangan Pasir Mekanik Kembali Marak

11

BOJONEGORO(Kabarjawatimur.com),-Aktivitas penambangan pasir mekanik ilegal di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro kembali marak. Warga sekitar khawatir kegiatan penambangan pasir secara ilegal yang berlangsung tersebut merusak lingkungan.

Seperti yang ada Di Desa Mojosari, Kecamatan kalitidu misalnya, penambang pasir semakin membabi buta.Pemerintah desa sudah melarang kegiatan penambangan pasir yang memakai mesin diesel di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo tersebut.

Di Desa mojosari sendiri ada kurang lebih 4 titik lokasi sedot pasir mekanik,meskipun sudah sering di lakukan operasi dari dinas terkait,namun hal itu tidak membuat efek jera penambang.

Pihak desa juga sudah mengeluarkan surat resmi larangan, melakukan pengarahan dan sosialisasi mengenai dampak kegiatan penambangan pasir tersebut. Namun, aktivitas penambangan pasir itu tidak pernah berhenti ataupun berkurang.

Loading...
Baca Juga  Petugas Gagalkan Upaya Penyelundupan Smarphone ke Lapas Banyuwangi Lewat Kue Tart

Selain itu di sungai bengawan solo antara Desa Kanten kecamatan trucuk dan desa Tanggir kecamatan Malo juga ada aktivitas penyedotan pasir dengan mekanik,meskipun aktivitas penyedotan di tengah-tengah bengawan solo,namun tidak di pungkiri suara bising mesin membuat resah masyarakat sekitar.

“Meskipun penyedotan di tengah-tengah sungai bengawan solo,namun suara bising mesin membuat gaduh warga pak,”ujar salah satu warga yang enggan namanya situlis. saat di mintai keterangan oleh wartawan kabarjawatimur.com.

Beberapa kali petugas gabungan dari Satpol PP Pemkab Bojonegoro dan polisi melakukan penertiban penambang pasir ilegal tersebut.

Namun, seringkali operasi yang diadakan bocor terlebih dulu sehingga petugas gagal menangkap atau mengamankan barang bukti berupa mesin diesel.

Baca Juga  DPRD Lamongan Gelar Rapat Dengar Pendapat Terkait Pupuk Subsidi

Aktivitas penambangan pasir di sepanjang Sungai Bengawan Solo itu menyebabkan sejumlah tebing sungai longsor.

Selain itu, beberapa jembatan seperti Jembatan Malo juga turun beberapa sentimeter akibat aktivitas penambangan pasir ilegal tersebut.

Reporter: Agus Supriyadi, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKompakkan Anggota Lewat Olah Raga Bersama
Artikulli tjetërJalur Tengkorak Kembali Telan Korban

Tinggalkan Balasan