Penambang Belerang Minta BKSDA Buka Kembali TWA Kawah Ijen

63
Penambang Belerang di Gunung Kawah Ijen, Jawa Timur (FOTO:istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen masih ditutup. Hal itu lantaran adanya insiden gelombang tinggi di Danau Kawah Ijen pada beberapa waktu lalu.

Puluhan penambang belerang itu, kini belum bisa melakukan aktivitas penambangan. Karena aktivitas penambangan di gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini ditutup.

Sementara, mereka meminta kantor Seksi Konservasi BKSDA Banyuwangi untuk membuka kembali penambangan belerang di kawasan TWA Kawah Ijen.

Aktifitas penambangan Belerang yang ditutup sejak akhir Bulan Mei lalu. Akibatnya, para penambang belerang menganggur tak melakukan aktivitas. Mereka mengeluhkan kondisinya yang tidak lagi memiliki pemasukan setelah mata pencaharian satu-satunya sebagai penambang tak bisa dilakukan.

“Kami minta untuk adanya pembukaan kembali penambangan belerang. Kami sudah tidak punya uang lagi. Jika dibuka maka perekonomian kami bisa ada pemasukan,” ujar Arifin, petugas Sulfatara penambangan Belerang Ijen kepada wartawan, Rabu (17/6/2020).

Loading...
Baca Juga  Aksi ke Empat Korban Cewek, Jambret ini Dibekuk

Arifin mengaku, per hari penambang belerang minimal mendapatkan uang dari mengangkut belerang sekitar Rp 70 ribu. Itu jika mereka mengangkut belerang satu kali dalam sehari. Jika dua kali mengangkut, penambang belerang bisa mendapatkan upah dua kali lipat.

“Kalau dua kali naik ya dapat dua kali lipat. Ditambah Rp 10 ribu karena sudah naik dua kali ke Gunung Ijen,” jelasnya.

Alimik, salah satu penambang belerang, mengaku sudah memahami resiko pekerjaan mereka. Dia menganggap aktivitas kawah Ijen merupakan hal yang biasa dan sangat dipahami para penambang.

“Kita berani mati untuk tetap bekerja di sana, tapi kalau untuk lapar kita takut. Karena ada anak istri yang kita tanggung di rumah,” tegasnya.

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

Penambangan belerang di TWA Kawah Ijen ditutup sementara setelah adanya penambang belerang yang meninggal dunia, lantaran terkena gelombang tinggi danau kawah Ijen.

Sebelumnya, salah satu penambang, Andika warga Dusun Krajan, Desa Blambangan Muncar ditemukan tewas akibat ditelan gelombang air kawah, Jumat (29/5/2020) lalu.

Akhirnya, korban tidak tertolong karena saat berupaya melarikan diri dari kepungan gelombang tinggi yang tiba-tiba muncul dari dasar danau bersama rekannya, dirinya malah terpeleset hingga akhirnya terjebur ke kawah. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakPembunuhan Wanita di Gang KUA Lidah Kulon Surabaya Gegerkan Warga
Artikulli tjetërTukar HP Asli Dengan Replika, Dua Pria di Surabaya Dipenjara

Tinggalkan Balasan