Pemukul Paving Pelajar SD di Surabaya Ditembak Polisi

Wakapolrestabes dan Kasat Reskrim pamerkan pelaku penganiayaan ditembak.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) –Aksi penganiayaan hingga korban tewas di Kupang Krajan, dipastikan karena pencurian. Pelaku bernama, Wahyu Buana Putra (46) warga Desa  Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Garut, Jabar itu ingin menguasai HP korban.

Pelaku yang tinggal kos di Jalan Kupang Krajan V-A/ 28 Surabaya, memukul korban pelajar kelas 6 SD bernama JM (12) dengan batu paving.

Pelaku mengaku jika tinggal bersama 2 orang anaknya dan tinggal di rumah kos itu baru selama satu minggu, dimana pada, Rabu 26 Mei 2021 sekitar pukul 12.00 WIB, dua orang anak pelaku tersebut bermain dengan korban diluar kamar kos.

“Saat anaknya main diluar itulah, kemudian timbul niat pelaku untuk menguasai HP korban untuk dijual dan memenuhi kebutuhan ekonomi,” aku pelaku ke Polisi.

Begitu ada kesempatan, pelaku mengambil batu batako/paving dari luar Kos, dan membawa masuk ke dalam kamar kos. Selanjutnya pelaku mengarahkan 2 anaknya dan korban untuk bermain HP di dalam kamarnya.

“Yang memiliki HP hanya korbam sendiri. Selanjutnya ketika korban bermain HP, pelaku memukulkan batu batako/paving ke arah leher dan kepala korban sebanyak 4 kali, yang dua kali terakhir saya lakukan sambil merem,” tambah pelaku.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo didampingi Kasat Reskrim AKBP Oki Ahadian mengatakan, pukulan batu paving itu mengenai sisi kanan korban, sehingga mengakibatkan kepala korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan.

Loading...

Pelaku langsung mengambil HP milik korban dan mengajak 2 orang anaknya pergi dari rumah kos tersebut.

Pelaku juga sempat menjual HP milik korban di Toserba di daerah Simo Surabaya dan hasilnya dipakai untuk kebutuhan ekonomi dan biaya pulang ke Jawa Barat.

“HP korban dijual Rp 500 ribu,” sebut Hartoyo, Jumat (11/6/2021).

Dalam pelariannya, pelaku juga mrnuju ke Tangerang karena pelaku memiliki keluarga disana. Kemudian petugas Kepolisian unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya
melakukan pengejaran terhadap pelaku hinga dilakukan penangkapan pada, 9 Juni 2021 pukul 12.00 WIB di sekitar Perum Bukit Cirende Pondok Cabe Hilir Pamulang Tangerang Selatan.

“Dia (pelaku) tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan juga belum pernah melakukan kejahatan sebelumnya. Sementara, kedua anak pelaku masih berumur 14 tahun dan 11 tahun, dan saat ini bersama ibunya,” tambah Hartoyo.

Diberitakan sebelumnya, pelajar kelas 6 SD berinisial JM, diduga karena pukulan benda keras (paving) terus diselidiki Polisi. JM ini meninggal akibat diduga dianiaya pria berinisial WBPM (46) di kamar kos Jalan Kupang Krajan V-A, Surabaya.

Korban berinial JM ini mengalami luka parah hingga tak sadarkan diri. Korban pelajar kelas 6 itu diduga dianiaya oleh penghuni kos yang saat ini sudah kabur.

Saat itu, paman korban FP melaporkan orang berinisial WBPM (46) warga Garut yang tinggal kos di Jalan Kupang Krajan Gg. 5 No. 25 Surabaya atau lokasi kejadian.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaRem Blong, Truk Kontainer Tabrak Mobil dan Motor di Banyuwangi
Berita berikutnyaBupati Bangkalan Pimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19

Tinggalkan Balasan