Pemuda Jember ini Mengenal Ayah dan Anak yang Tewas Dibakar Ibu Tiri

13

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Seorang pemuda Jember bernama Muhammad Roky Husaeni atau akrab dipanggil Roky, ternyata mengenal sosok ayah dan anak korban pembunuhan yang ditemukan dalam mobil yang terbakar di Sukabumi.

Roky mahasiswa IAIN Jember Fakultas Hukum Islam ini mengaku mengenal sosok ayah dan anak tersebut karena mereka tergabung dalam komunitas Flat Earth Society (FES). Bahkan dirinya pernah melakukan penelitian bersama kedua korban saat berada di Jakarta.

“Saya pernah melakukan penelitian bersama Om Pupung (panggilan akrab Edy Candra Purnama) dan Dana (Muhammad Adi Pradana), di Jakarta” kata Roky, Rabu (28/8/2019).

“Kami tergabung dalam komunitas yang sama mas di Flat Earth Society atau komunitas bumi datar,” lanjutnya.

Diketahui FES adalah sebuah komunitas yang mempercayai bumi itu berbentuk datar. Komunitas ini sering melakukan diskusi dan penelitian untuk membuktikan bentuk bumi itu datar.

Masih menurut Roky, selama ini ayah dan anak ini sangat aktif dalam aktifitas kelompok tersebut. Bahkan Pupung sering mengeluarkan uang dari koceknya sendiri untuk membiayai penelitian lapangan, diskusi dan simulasi tanpa meminta uang dari anggota komunitas bumi datar.

“Om Pupung dan Dana anaknya sangat aktif Mas di kegiatan komunitas maupun di grup WA (whatsapp). Bahkan Om Pupung sering keluarkan uang untuk membiayai kegiatan diskusi, simulasi dan penelitian tanpa meminta uang dari anggota,” katanya.

Loading...

Bahkan beberapa hari sebelum meninggal Dana, masih sempat komentar di grup WA komunitas itu. “Terakhir Mas Dana itu komentar di grup tanggal 21 Agustus kemarin Mas,”katanya sambil menunjukan komentar Dana di grup WA komunitas.

Roky mengaku tahu kedua orang ayah-anak tersebut dari grup WA. “Tahunya dari grup WA mas hari Senin kemarin. Anggota komunitas yang di Jakarta yang memberitahu di grup,” katanya.

Roky juga mengatakan semua anggota komunitas bumi datar sangat berduka atas kematian korban yang sangat tragis tersebut.

“Kami semua sangat berduka atas kematian Om Pupung dan Dana yang meninggal tragis karena dibunuh pembunuh bayaran atas suruhan ibu tirinya dan kemudian dibakar dengan mobilnya. Kami (anggota komunitas) semua berharap pelaku dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Diketahui, warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sempat digemparkan atas penemuan 2 sosok mayat di dalam sebuah mobil yang terbakar hari Minggu lalu (25/8/2019). Setelah diselidiki Polisi, ternyata dua mayat itu Edy Candra Purnama dan Muhammad Adi Pradana ayah – anak warga Jakarta.

Belakangan diketahui kedua korban ternyata korban pembunuhan dua pembunuh bayaran atas suruhan Aulia Kesuma yang tidak lain istri Pupung yang juga ibu tiri korban Dana.

Keduanya diracun di rumahnya oleh dua pembunuh bayaran. Jasad dua korban kemudian dibawa ke Sukabumi dan dibakar oleh Aulia Kesumah yang dibantu oleh anak kandungnya bernama Kelvin.

Reporter: Rio
Editor: Rizky

Loading...

Tinggalkan Balasan