Gubernur Khofifah saat meninjau vaksinasi di Universitas Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Mulai pekan depan Pemprov Jawa Timur melakukan vaksinasi lanjutan bagi SDM Kesehatan (tenaga Kesehatan) dan penyandang difabel sebagai vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Jember.

Pemprov akan melakukan vaksinasi tersebut dengan dua jenis vaksin berbeda.

Bagi tenaga kesehatan (nakes) vaksin tahap ketiga atau lanjutan jenis Moderna. Sedangkan untuk vaksin tahap pertama bagi penyandang difabel jenis sinovac.

“Mulai minggu depan, SDM (tenaga) kesehatan di Jember akan mendapatkan vaksin ketiga berupa vaksin Moderna, sementara bagi kalangan difabel kami sediakan vaksin Sinovac. Saya berharap vaksinasinya bisa diadakan di Kampus Universitas Jember juga,” kata Khofifah Indar Parawansa saat kunjungannya di Unej.

Dengan adanya upaya vaksinasi tahap pertama bagi penyandang difabel, dan tahap lanjutan (ketiga) bagi SDM Kesehatan di Jember.

Baca Juga  Polisi Jember Tangkap 'Malin Kundang', Eh Maling Kutang

Khofifah menghimbau agar informasi tersebut disampaikan kepada seluruh masyarakat Jember.

“Sehingga nanti bisa disampaikan kepada seluruh masyarakat. Tentang adanya rencana ini. Khususnya asosiasi difabel di Jember dan sekitarnya,” katanya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi ini minggu depan dilakukan. Khofifah meminta kepada Pemkab Jember untuk segera melakukan koordinasi.

“Mudah-mudahan Kamis, Jumat, atau Sabtu ini ada. Untuk Moderna ini nanti akan menggunakan pakta integritas,” katanya.

Loading...

“Dinkes dan Dinsos di Jember bisa segera disampaikan. Kalau bisa dilakukan di Universitas Jember, karena lokasinya representatif (juga dinilai luas),” sambungnya.

Terkait beda jenis vaksin yang diberikan, Khofifah tidak sempat menjelaskan secara rinci. Namun demikian, terkait beda vaksin tersebut, Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 (TTDKBC) Universitas Jember dr. Ulfa Elfiah, memberikan penjelasannya.

Baca Juga  BHS: Masuk Zona Hijau, Desa Sebani Layak Jadi Desa Percontohan

Ulfa menjelaskan, beda vaksin jenis Astrazeneca dan Sinovac, terletak pada rentang umur orang yang melakukan vaksin. Sedangkan untuk Moderna sebagai tahap lanjutan bagi nakes.

“Untuk pemberian (Vaksin) Astrazeneca dengan vaksin lainnya, adalah jangka waktu pemberian dan sasaran umur. Yakni hanya direkomendasikan untuk 18 tahun ke atas. Sedangkan sinovac, dari penelitian dan artikel bisa untuk umur 12 tahun ke atas,” kata dokter Ulfa saat dikonfirmasi terpisah sejumlah wartawan di Gedung Auditorium Unej.

Sehingga dengan beda rentang umur itu, menurutnya, pemberian vaksin untuk masyarakat lebih banyak menggunakan sinovac.

“Sehingga rentang umur bisa lebih lebar dengan menggunakan Sinovac ini. Makanya dipilih menggunakan vaksin sinovac yang banyak digunakan,” kata wanita yang juga seorang Dokter Ahli Bedah Plastik ini.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaPasca Digrebek BPOM, Ada 4 Penjaga di Gudang Jamu Banyuwangi
Berita berikutnyaHingga Pulau Terpencil, Polres Probolinggo Kota Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid -19

Tinggalkan Balasan