Pemprov Jatim dan Pemkab Jember Kolaborasi Tekan Inflasi

20

Jember,(kabarjawatimur.com) – Penyesuaian harga bahan bakar minyak atau BBM yang telah diumumkan Presiden Joko Widodo pada 3 September 2022 lalu diprediksi bakal membuat membuat angka inflasi ikut naik. Pemerintah saat ini baik pusat maupun daerah sibuk melaksanakan program-program untuk menekan angka inflasi.

Salah satunya dengan mengelar pasar murah yang diberi nama Operasi Pasar Lambung Pangan Jawa Timur. Operasi pasar tersebut digelar di 25 pasar diinisiasi oleh Pemprov Jawa Timur bekerjasama dengan 8 kabupaten kota.

Kabupaten Jember adalah salah satu kota yang mendapatkan jatah operasi pasar. Ada 4 pasar yang dijadikan lokasi kegiatan tersebut, antara lain Pasar Tanjung, Pasar Wirolegi, Pasar Kreyongan, dan Pasar Mangli.

Setidaknya ada 7 jenis komoditi yang harganya dimurahkan saat operasi pasar yang akan digelar per tanggal 26 September hingga 26 Desember 2022. Keenam jenis komoditi tersebut antara lain beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, cabai dan bawang merah.

Baca Juga  Kemenag Sebut Ada Wacana Kenaikan Biaya Haji

Pada pasar murah tersebut masyarakat bisa membeli beras seharga Rp 50.000 per 5 kg. Untuk telur per kilogram seharga Rp. 20.000, gula Rp. 12.000 /kg, minyak goreng Rp. 11.000 /botol, daging ayam potong Rp. 25.000,kg, cabai Rp. 10.000/200 gr, bawang merah Rp. 10.000/500 gr.

Loading...

“Operasi pasar ini untuk menekan angka inflasi pasca kenaikan harga BBM,”kata Kadis Perindag Jember Bambang Saputro.

Selain menggelar pasar murah, pihak Disperindag juga membuat tim pemantau harga-harga kebutuhan pokok penting di pasar-pasar tradisional yang ada. Dari pemantauan, menurut Bambang belum ada kenaikan signifikan dari harga-harga sembako di pasaran.

“Harga-harga kebutuhan pokok penting masih relatif stabil,”katanya.

Baca Juga  Bupati Anna Dorong Siswa SMKN Se-Bojonegoro Terus Berinovasi Ciptakan Alat

“Masih aman-aman saja baik harga maupun stoknya,” tambahnya.

Ada beberapa harga komoditas yang sebelumnya sudah tinggi dan tidak stabil, seperti telur ayam ras, cabe rawit, cabe merah dan bawang merah.

“Ke empat komoditi ini masih tinggi dan belum stabil namun sudah berangsur mulai turun, seperti telur ayam perkilonya menjadi 24 ribu, bawang merah menjadi 28 ribu, lombo merah 31 ribu, dan yang masih agak tinggi cabe rawit 56 ribu perkilonya,” jelasnya.

Namun ada juga komoditas yang harganya anjlok yakni tomat. Di pasaran harga tomat hanya Rp. 2.000 per kilogram. Rendahnya harga tomat karena saat ini masa panen raya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakKompak, Emak Emak Urus SIM Cak Bhabin
Artikulli tjetërMencari Uang Secara Instan, Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Tinggalkan Balasan