Pemkot Surabaya Usung Nenek yang Tinggal Di Jalan Ke Griya Werdha

47
Nenek Hamiyeh Saat Tiba di UPTD Griya Werdha (Istimewa)

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bahwa Nenek Hamiyeh (75) yang tinggal di Warung kawasan Jalan Embong Kenongo, Kecamatan Genteng, Surabaya seorang diri sudah di pindahkan dan di rawat di UPTD Griya Werdha, Kecamatan Jambangan Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, M Fikser mengatakan, sebenarnya pemkot sudah melakukan outreach sejak tanggal 8 November 2021 kepada Nenek yang berasal dari Kabupaten Sampang, Madura ini. Bahkan, outreach dilakukan bersama pihak kelurahan dan kecamatan untuk rencana dipulangkan ke daerah asalnya.

“Dari hasil outreach itu, klien mengaku bernama Hamiyeh (75) berasal dari Kabupaten Sampang, Madura. Beliau tidak memiliki identitas, namun masih ada kerabatnya di Surabaya,” kata Fikser saat dihubungi, Kamis (11/11/2021).

Fikser juga menjelaskan, bahwa Kerabat Nenek Hamiyeh yang tinggal di Jalan Embong Kaliasin itu sering mengajak Nenek Hamiyeh untuk pulang dan tinggal di rumahnya, namun Nenek Hamiyeh selalu balik lagi ke warungnya.

Maka dari itu, karena Nenek Hamiyeh enggan tinggal di rumah Kerabatnya Pemkot Surabaya memindahkannya ke Griya Werdha untuk perawatan yang lebih baik mengingat Nenek Hamiyeh tinggal hanya seorang diri.

“Saat ini Nenek Hamiyeh sudah kami rawat di Griya Werdha. Bahkan, saat berangkat ke sana, ada warga yang mengaku sebagai anak angkatnya juga ikut mendampingi klien ke Griya Werdha,” ujarnya.

Baca Juga  Generasi Bebas Stunting, Bupati Bojonegoro Harapkan Sinergisitas Semua Pihak

Selain menempatkan Nenek Hamiyeh ditempat yang lebih layak, Fikser menyebut, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Dinsos Sampang untuk mencari keberadaan keluarga Nenek Hamiyeh di sana.

Dan apabila nanti keluarga Nenek Hamiyeh di Sampang ditemukan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Surabaya akan membangun komunikasi dengan mereka. Pemkot berharap klien bisa berkumpul dengan keluarganya.

Loading...

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya ini juga kembali memastikan, bahwa Nenek Hamiyeh dirawat ke Griya Werdha supaya ada yang memperhatikan. Sebab, klien hanya tinggal seorang diri di warung tempatnya berjualan.

“Sebenarnya beliau (Nenek Hamiyeh) dibawa ke Griya Werdha itu bukan untuk apa-apa. Tapi, agar diperiksa kesehatannya, kemudian kita cek apakah beliau kategori lansia sudah mendapatkan vaksin,” kata Fikser.

Mantan Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi adanya Nenek yang tinggal sebatang kara. Ia pun mengimbau masyarakat apabila menemui hal serupa dapat menyampaikannya melalui aplikasi WargaKu.

Baca Juga  Warga Pasuruan Bersukur, Motornya Polsek Gunung Anyar

“Terima kasih sudah memberikan informasi. Kalau masyarakat menjumpai ada hal serupa, bisa disampaikan ke aplikasi WargaKu,” pesan dia.

Sementara itu, Camat Genteng Kota Surabaya, Linda Novanti menjelaskan, berdasarkan hasil outreach, Nenek Hamiyeh mengaku tidak memiliki tempat tinggal dan tidur seorang diri di warung tempatnya berjualan.

“Beliau (Hamiyeh) berjualan serta tidur di warung yang berupa lemari sempit bangunan non permanen, di Jalan Embong Kenongo,” kata Linda.

Dari hasil outreach di lapangan, kata dia, Nenek Hamiyeh juga mengaku tidak memiliki identitas apapun. Selain itu, klien mengaku berasal dari Desa Tarjen Kelurahan Rabesen, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura.

“Untuk domisilinya, beliau tinggal di tempat jualan di Jalan Embong Kenongo,” terangnya.

Setiap harinya, Nenek Hamiyeh tinggal di warung tempatnya berjualan dengan menggunakan tenda besar. Klien berjualan aneka minuman sachet, rokok, hingga mie instan dengan penghasilan per hari Rp50 ribu.

“Sedangkan untuk mandi dan ke MCK (Mandi, Cuci, Kakus), beliau (Nenek Hamiyeh) numpang di kantor sekitar lokasi berjualan,” pungkas dia. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakRumah di Jeruk Lakarsantri Surabaya Digrebek, Satu Penghuni Dibekuk
Artikulli tjetërEmbracing Jakarta Muslim Fashion Week, Mendag: Kukuhkan Posisi Indonesia Pusat Busana Muslim Dunia

Tinggalkan Balasan