Penandatangan Pakta Integritas di Kantor BPB Linmas Surabaya, Jum'at (22/10/2021) dilakukan oleh sebanyak 119 pemilik Rumah Hiburan Umum (RHU)

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)-Penandatangan Pakta Integritas di Kantor BPB Linmas Surabaya, Jum’at (22/10/2021) dilakukan oleh sebanyak 119 pemilik Rumah Hiburan Umum (RHU) setelah mendapatkan asesmen masing – masing dengan syarat pengelola dan pemilik RHU mampu menjalankan Prokes dengan ketat.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB Linmas Surabaya, Hendry Simanjuntak mengatakan, dalam pakta integritas tersebut, ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi oleh pemilik, pengelola dan penanggung jawab RHU. Salah satunya, wajib mematuhi jam operasional yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau yang buka siang seperti spa dan lain sebagainya, maksimal tutup pukul 22.00 WIB. Kalau yang buka mulai dari petang, jam operasionalnya pukul 18.00 hingga pukul 00.00 WIB,” kata Hendry.

Baca Juga  Kejar Target Kekebalan Komunal, DPD Golkar Surabaya Gelar Vaksinasi Tahap 2

Selain itu, Hendry juga menyampaikan bahwa para pengunjung harus sudah di vaksin dan harus dibuktikan melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke dalam RHU. Tak hanya itu, RHU juga wajib mencatat kartu identitas (KTP) milik pengunjung, hal ini ditujukan agar Satgas Covid-19 dapat dengan mudah melakukan tracing.

Loading...

Sementara itu, untuk kapasitas RHU yang diizinkan, maksimal 75 persen dan harus menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai yang telah ditetapkan oleh Pemkot Surabaya. Yang perlu dicermati pula oleh pemilik RHU yaitu aturan dari Wali Kota tentang pelanggaran prokes. Bila ketahuan RHU melanggar prokes, maka akan ditutup minimal selama 4 bulan.

“Artinya, ada Satgas Covid-19 yang mengontrol protokol kesehatannya, kalau melanggar langsung ditutup, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Wali Kota Nomor 10 tahun 2021,” tegasnya.

Baca Juga  Pencuri NMAX ini Warga Banyu Urip Lor Surabaya

Hendry menambahkan, dengan adanya penandatangan Pakta Intregritas ini pemilik RHU diizinkan untuk beroperasi Kembali, baik itu mulai besok atau seminggu kedepan.(*)

Reporter: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaKota dengan Udara Terbersih, Surabaya Raih Penghargaan ASEAN ESC
Berita berikutnyaJember Juara Umum Pameran AOE 2021

Tinggalkan Balasan