Pemkab Jember Siap Bayar Insentif dan BPJS Ketenagakerjaan Guru Ngaji

Penanda tanganan kesepatakan KUA PPAS Bupati dan Pimpinan DPRD Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pemkab Jember menunjukan perhatian dan kepeduliannya kepada guru ngaji. Pemerintah menanggung pembayaran BPJS Ketenagakerjaan ribuan guru ngaji.

Tidak hanya itu insentif untuk guru ngaji juga akan dibayarkan pasca ditetapkanya APBD 2021 oleh DPRD Jember hari Senin malam (5/4/2021) oleh DPRD Jember.

Sementara ini data yang dimiliki Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan sebanyak 15 ribu an. Namun demikian Pemkab akan melakukan validasi jumlah guru ngaji yang ada.

Memang ada beberapa versi data jumlah guru ngaji. Jika merunut data era Bupati Djalal ada 28 ribu, sedangkan di era Bupati Faida dikepras menjadi 15 ribu orang.

”Akan kita lakukan validasi, sementara yang kita punya 15 ribuan,” kata Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman, Senin (5/4/2021).

Validasi ini menurut Wabup yang akrab di panggil Gus Firjaun ini perlu untuk mengetahui alamat dan jumlah santri yang dididik.

”Kita butuh validasi mungkin ada yang pindah, ada yang meninggal dan sebagainya,”tegasnya.

Loading...

Hasil validasi tersebut akan dievaluasi jika ada data tambahan maka akan dianggarkan pada PAPBD (Perubahan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah). Untuk validasi ini pemerintah akan melibatkan RT-RW setempat dan organisasi yang menaungi guru ngaji seperti P ersada Agung.

”Nanti akan kita evaluasi di PABD nanti kalau ada yang terlewat (akan kita anggarkan di PAPBD).Nah ini tugas RT-RW untuk melakukan pendataan, validasi, pengawasan termasuk melibatkan (Persada Agung) semua kita libatkan,” katanya.

Sementara itu Bupati Hendy Siswanto saat paparan KUA PPAS dengan Pimpinan DPRD beberapa waktu lalu juga menerima usulan dari Fraksi PKB terkait pembayaran BPJS Ketenagakerjaan untuk guru ngaji. Saat itu mantan birokrat Kemenhub RI ini menegaskan bahwa pemerintah daerah siap membayarkan BPJS Ketenagakerjaan.

”Diusulkan guru ngaji dapat BPJS Ketenagakerjaan,” kata Hendy

”Ya nanti dapat kita simulasikan lah kan tidak terlalu besarlah sekitar Rp 12 ribu nanti konsepnya, tinggal teknisnya (pembayarannya),” sambungnya.

Pemberian insentif dan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan ini menurut Hendy adalah upaya meningkatkan kesejahteraan guru ngaji yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaPolda Jatim Bongkar Peredaran Regulator Tak Ber SNI
Berita berikutnyaGresik Zona Kuning, Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 19 April 2021

Tinggalkan Balasan