Pemkab Jember akan Optimalkan TPA

30

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Jember Hendy Siswanto terus melakukan penataan dan perbaikan sistem birokrasi di lingkungan pemerintahan, juga terus berupaya menyelesaikan permasalahan lainnya.

Salah satunya adalag persoalan pengelolaan sampah.

Hendy juga berniat untuk memaksimalkan potensi pengelolaa sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir atau TPA.

Menurut Hendy, potensi sampah yang dikelola di sejumla TPA di Jember akan dapat sesuatu yang menguntungkan. Salah satu TPA terbesar dan terluas adalah TPA Pakusari, Kecamatan Pakusari.

Dirinya memiliki konsep untuk mengelola sampah itu menjadi lebih bermanfaat dan secara tidak langsung, memberikan keuntungan untuk menambah penghasilan daerah.

Beberapa waktu sebelumnya, dengan niatnya konsen untuk mengelola sampah.

Bupati Jember Hendy Siswanto sempat melakukan studi tur ke Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu – Sampah Tanggung Jawabku (TPST – Samtaku) di Jimbaran, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

“Tentunya adanya sampah ini, kita sudah punya bermacam-macam teori ilmu, dan kenyataannya sudah ada. Untuk bagaimana sampah ini, dari masalah menjijikan menjadi menjajikan,” kata Hendy usai menghadiri kegiatan Pelatihan Daur Ulang dan Bazar Produk Daur Ulang /Sustainae Product di TPA Pakusari, Senin (14/3/2022).

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

Kata Bupati Hendy, dalam kegiatan yang digelar di TPA Pakusari itu. Menjadi bagian dari upaya, untuk melakukan konsep daur ulang sampah sesuai yang diharapkan.

“Sampah yang tidak produktif, menjadi produktif dan menjadi berkah. Makanya dengan adanya Festival yang di inisiasi oleh LH (Dinas Lingkungan Hidup Jember), yakni kegiatan Daur ulang (sampah), dari tanggal 14-18 Maret 2022 Yang diikuti 150 relawan, termasuk dari LH ini. Juga sebagai upaya pelatihan pengelolaan sampah,” bebernya

Loading...

“Ada 9 macam poin. Bagaimana festival ini ada edukasi. Itu yang menuju keberkahan, dan menjadi peluang lapangan kerja baru. Serta menjadi tambahan pendapatan untuk siapa pun juga masyarakat jember. Termasuk juga ASN, bisa untuk memanfaatkan kita sendiri. Karena nantinya yang mengolah kan kita sendiri,” sambungnya.

Lebih jauh Hendy menyampaikan, terkait pengelolaan sampah untuk dapat dimanfaatkan dan mendapat hasil.

Ada beberapa hal yang nantinya akan dimanfaatkan.

Diantaranya pengelolaan sampah untuk dapat menjadi pangan hewan peliharaan yang akrab dikenal dengan nama maggot (belatung atau larva dari lalat), dan pemanfaatan bio gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga  Kolaborasi Apik Binda, Dinkes dan PC Muslimat NU Jember Gelar Vaksinasi Berhadiah Migor

“Untuk maggot itu menurut saya berpotensi dan luar biasa pasarnya. Terutama untuk makanan ikan Koi. Ini kalau kita kolaborasikan dengan ikan Koi, yang rencananya kita adakan acara festival koi se Asia Tenggara. Tentu luar biasa,” ujarnya.

Nantinya terkait pangan hewan peliharaan ini, lanjutnya, di setiap kecamatan ada dan dimanfaatkan untuk pembuatan maggot itu.

“Kita punya 178 ton (sampah) tiap hari. Ini kalau tidak dimanage (dikelola), dengan bagus. Menjadi tumpukan yang mubazir. Sehingga nanti kita akan coba itu,” ucapnya.

Kemudian terkait pengelolaan biogas dari tumpukan sampah, lanjutnya, untuk nantinya dapat menghasilkan Gas Metan. Juga sedang diuji cobakan.

“Sekarang LH sedang melakukan ujicoba kepada 50 rumah. Dan pemkab siap untuk mensupport ini, dan menunggu uji coba di 50 rumah itu. Sehingga nantinya bisa lebih kembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat yang lain,” ungkapnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPemungutan Suara Pilkades di Desa Kesongo Lancar
Artikulli tjetërSidak Pabrik Migor di Marunda, Mendag: Stok Melimpah, Pabrik Bekerja Nonstop

Tinggalkan Balasan