Pemkab dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Rokok Ilegal di Pulau Bawean

42
Sosialisasi ketentuan di bidang cukai yang dilaksanakan di Sangkapura (Pulau Bawean).

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Pemkab Gresik bersama Bea Cukai Gresik terus melakukan upaya dalam menekan peredaran rokok ilegal. Salah satunya melalui sosialisasi tentang ketentuan di bidang cukai yang digelar di Kantor Kecamatan Sangkapura (Pulau Bawean).

Pada kegiatan sosialisasi ini pemkab melibatkan puluhan pedagang toko kelontong dan tokoh masyarakat sekitar. Dengan tujuan memberi pemahaman tentang barang kena cukai dan aturan hukum apabila dilanggar.

Tampak hadir Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim, Pejabat Fungsional Bea Cukai Gresik Faisal Andy, Camat Sangkapura M Samsul Arifin, dan Kasubag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Abdul Manan.

Sosialisasi ketentuan di bidang cukai yang dilaksanakan di Sangkapura (Pulau Bawean).

Camat Sangkapura M Syamsul Arifin mengaku, sosialisasi dan edukasi cukai perlu dilakukan, mengingat Pulau Bawean jauh dari daratan. Sehingga peredaran rokok ilegal bisa ditekan, khususnya di Sangkapura.

Loading...

“Banyak pedagang dan masyarakat di Bawean ini, khususnya Sangkapura yang perlu diedukasi dan diberikan arahan sehingga tidak melenceng dari ketentuan,” ujar Samsul Arifin, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga  Empat Maling Motor, Satu Ditangkap Polsek Gubeng

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, sosialisasi tentang peredaran rokok tanpa pita cukai ini dilakukan agar masyarakat paham apa saja jenis rokok yang bisa djual maupun dilarang. Sebab, hasil keuntungan cukai nantinya kembali ke masyarakat.

“Kalau kita menjual rokok tanpa cukai, negara akan dirugikan. Sementara rokok yang ada cukainya itu ada keuntungan yang akan kembali kepada masyarakat,” ujar wanita yang akrab disapa Bu Min ini.

Bu Min menambahkan, ketentuan cukai tidak hanya tertuju pada produk rokok saja. Ada beberapa produk lain yang juga dikenakan cukai. “Peredaran rokok ilegal di Bawean juha harus diantisipasi,” pungkasnya.

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Bustami Hazim sangat mengapresiasi langkah Pemkab dan Bea Cukai Gresik untuk memberikan sosialisasi tentang ketentuan di bidang cukai kepada masyarakat.

Baca Juga  Modal Foto Lelang di FB, Kelabuhi Tetangga hingga Ratusan Juta

“Karena Bawean dinilai rawan terhadap peredaran rokok ilegal. Banyak warga kami yang ke luar negeri. Tentu ini sangat penting,” tutupnya menanggapi Pemkab Gresik menggelar sosialisasi gempur rokok ilegal

Sementara itu, Pejabat Fungsional Kantor Bea Cukai Gresik, Faisal Andy menjelaskan, ada beberapa produk yang masuk ke Indonesia harus dilekati pita cukai.  Seperti minuman beralkohol dan produk hasil tembakau.

“Pita cukai hanya digunakan sekali. Tidak boleh dipakai berkali-kali,” ungkap Faisal saat memberikan materi di Kantor Kecamatan Sangkapura.

Dikatakan, jenis-jenis rokok yang dilarang adalah, rokok polos, rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai bekas, rokok menggunakan pita cukai yang bukan haknya dan rokok menggunakan pita cukai tidak sesuai dengan jenis dan golongannya.

“Sesuai dengan aturannya, ancaman hukuman bervariasi. Minimal 1 tahun dan diatas 5 tahun penjara. Penjual, pengedar dan pembeli bisa dikenakan juga,” imbuhnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakTanah Bersertifikat Diduga Dilelang Pihak Tak Bertanggung Jawab Tanpa Diketahui Pemilik
Artikulli tjetërBangkitkan IKM, Anggota DPR RI Inisiasiasi Bimtek Wirausaha Baru di Jember

Tinggalkan Balasan